Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bencana Banjir Karena Supermoon? Simak Fakta Ilmiah dan Pernyataan BMKG Berikut!

Redaksi Radar Kediri • Minggu, 7 Desember 2025 | 06:24 WIB
Ilustrasi Supermoon. (Gambar: oceanservice.noaa.gov)
Ilustrasi Supermoon. (Gambar: oceanservice.noaa.gov)

JP Radar Kediri- Apakah fenomena Supermoon benar-benar dapat memicu bencana banjir besar? Supermoon merupakan fenomena alam di mana bulan terlihat lebih besar dan terang dari biasanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berulang kali memberikan peringatan resmi, memastikan bahwa Supermoon memiliki potensi nyata untuk memicu kenaikan air laut, meskipun dampaknya umumnya bersifat minor, atau yang dikenal sebagai banjir pesisir (rob).

Baca Juga: Apa itu Status Darurat Bencana? Simak Penjelasan Berikut Ini BNBP

Supermoon Memicu Pasang Ekstrem

Secara astronomis, Supermoon adalah kondisi ketika Bulan Purnama (fase di mana Bumi, Matahari, dan Bulan hampir sejajar) terjadi bertepatan dengan perigee , yakni titik terdekat Bulan dengan Bumi dalam orbitnya.

Tarikan gravitasi adalah pemicu utama pasang surut air laut. Bulan memegang peran dominan karena jaraknya yang sangat dekat dengan Bumi tarikan gravitasinya sekitar dua kali lebih kuat dari tarikan Matahari.

Menurut NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administratiom), ketika Supermoon terjadi kita mengalami kombinasi dua faktor pasang tertinggi yakni, Pasang Purnama ( Spring Tide ) yang menyebabkan pasang tertinggi lebih tinggi dari rata-rata dan Perigee yang membuat tarikan gravitasinya berada di titik paling kuat.

Kombinasi inilah yang disebut perigean spring tide .

Baca Juga: Sosok Pemilik PT Toba Pulp Lestari dan Hubungannya dengan Banjir Sumatera

BMKG menyatakan bahwa perigean spring tide ini memiliki potensi untuk menyebabkan peningkatan muka air laut secara maksimal. Pasang tertinggi selama Supermoon bisa lebih dari satu kaki lebih tinggi dibandingkan pasang yang terjadi saat Bulan berada di titik terjauh ( apogee ).

Para ahli menjelaskan dalam laman resmi National Ocean Service bahwa air pasang perigean tidak selalu menyebabkan bencana banjir besar.

Namun kombinasi antara pasang tinggi ini dengan perubahan musiman pada permukaan udara laut dapat menyebabkan banjir pesisir kecil di beberapa daerah dataran rendah.

Supermoon Hanya Jadi "Pemicu" Bencana Besar

Jika Supermoon bukan penyebab langsung bencana besar, lalu apa yang memicu banjir katastrofik?

NOAA menjelaskan, banjir pesisir besar (bencana katastrofik) biasanya terjadi karena adanya faktor lain, terutama kondisi cuaca ekstrem. Faktor-faktor tersebut meliputi :

Baca Juga: Update Penanganan Banjir dan Longsor di Aceh, Sumbar, dan Sumut: Kementerian PU Kerahkan 100 Lebih Alat Berat dan ratusan Personil Tanggap Darurat

1. Angin darat yang kuat ( angin darat yang kuat ).

2. Perubahan tekanan barometrik akibat badai pesisir.

BMKG menekankan, jika badai melanda saat terjadi perigean spring tide (Supermoon), potensi banjir bisa jauh lebih buruk dari yang seharusnya terjadi. Dengan kata lain, Supermoon bertindak sebagai "pengganda" risiko banjir ketika badai melanda.

 Artikel ini ditulis oleh Karunia Syifa Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos  Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : rekian
#pemicu #banjir #Perigee #supermoon #bencana banjir #bulan #BMKG 2025 #supermoon 2025