JP Radar Kediri – Selebritas sekaligus anggota DPR RI Verrell Bramasta belakangan ini jadi sorotan saat menemui korban banjir bandang Sumatera.
Alih-alih memuji tindakan Verrell yang membantu korban banjir, warganet justru salfok dengan aksesoris rompi taktis yang ia kenakan.
Banyak yang menilai tak seharusnya rompi tersebut digunakan di situasi duka. Publik juga menduga rompi tersebut anti peluru.
Baca Juga: Viral Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Pergi Umroh Saat Daerah Dilanda Banjir, Begini Klarifikasinya
Apa Itu Rompi Taktis?
Rompi taktis adalah pakaian yang dikenakan di badan dan dirancang untuk menyimpan barang-barang vital, seperti peralatan medis, radio, dan lainnya.
Rompi ini memberi mobilitas dan perlindungan, sekaligus menjaga si pemakai tetap siap tempur dan terorganisir.
Apa perbedaan rompi taktis dan rompi anti peluru?
Perbedaan paling signifikan antara rompi taktis dan rompi antipeluru terletak pada fungsi dan tujuannya.
Rompi taktis dirancang untuk membawa peralatan dan meningkatkan efisiensi operasional, sementara rompi antipeluru memberi perlindungan balistik. Rompi taktis berfokus pada modularitas dan kapasitas penyimpanan. Rompi ini dirancang dengan banyak kantong dan titik pemasangan.
Melansir Textiles Omnes, Jumat (5/12/2025), baik rompi antipeluru maupun rompi taktis sama-sama, keduanya penting dalam situasi berisiko tinggi, tapi tidak memainkan peran yang sama persis.
Rompi antipeluru adalah alat pelindung diri yang dirancang untuk menghentikan atau mengurangi dampak proyektil senjata api. Fungsi utamanya adalah melindungi nyawa pengguna dari ancaman balistik.
Baca Juga: BLT Kesra Desember Tahap 2 Cair Untuk Rp1,5 Juta, Rp900 Ribu Bisa Diambil Hari Ini
Klarifikasi Verrell Bramasta
Verrel menegaskan bahwa rompi yang dikenakan bukanlah rompi anti peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan.
Ia mengatakan alasan menggunakannya karena merupakan hadiah dari rekan AL.
“Rompi tersebut bukan rompi anti-peluru,. Itu merupakan hadiah dari rekan AL kepada saya. Umum Digunakan untuk peninjauan lapangan,” kata Verrel saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Jumat (5/12).
Dia menegaskan bahwa rompi taktis ini tak dilengkapi pelat balistik dan berfungsi membawa perlengkapan kebutuhan. Fungsi itulah yang dimanfaatkan sosok artis ini untuk membawa perlengkapannya.
“Saya pada saat itu membawa perlengkapan seperti air minum, uang kas untuk dibagi-bagi dan sebagai berikut,” ungkapnya.
Ia menyebut menggunakannya karena memiliki keunggulan dengan sistem kantong modullar (MOLLE) yang memudahkan untuk membawa beberapa barang sekaligus tanpa menghambat gerak.
“Saat turun di area bencana, kondisi sangat dinamis, sehingga karena tingginya mobilitas, perlu membawa perlengkapan secara praktis agar bisa cepat membantu warga dan tim di lapangan. Jadi distorsi informasi yang terjadi, dibilang anti peluru atau pelampung, salah besar,” tukasnya.
Pada update terkini, sebanyak 836 korban meninggal dunia pasca bencana alam terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Data terbaru itu diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (5/12). Selain korban meninggal dunia, sebanyak 509 korban dinyatakan hilang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil