JP Radar Kediri - Bencana banjir kembali melanda wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak pekan keempat November menyebabkan sejumlah daerah terendam air pada Selasa, (26/11).
Dikutip dari infografis BNPB, Pada update terkini per (27/11), Banjir NAD kembali meluas 4 kabupaten/kota dilaporkan terdampak, yakni Kabupaten Aceh Barat, Kota Subulussalam, Kabupaten Bireuen, serta Kota Sabang.
Banjir merendam permukiman warga hingga akses jalan utama di beberapa titik juga ikut terganggu.
Data sementara menyebutkan ribuan kepala keluarga terdampak. Sejumlah daerah telah mengambil langkah cepat dengan memfokuskan upaya evakuasi dan penyiapan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi.
Meski demikian, pendataan korban dan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Di Kabupaten Bireuen, banjir bahkan terus meluas. Data terbaru menunjukkan adanya penambahan wilayah terdampak, dengan total 8 kecamatan dan 12 desa yang kini terendam.
Genangan air masuk ke permukiman warga dan menutup sejumlah akses jalan, membuat aktivitas masyarakat semakin terbatas. Petugas di lapangan terus melakukan pendataan dan memastikan bantuan darurat segera menjangkau titik-titik yang paling terdampak.
Sebelumnya, banjir lebih dulu terjadi di Kabupaten Aceh Timur pada 22 November. Peristiwa tersebut menjadi awal rangkaian bencana hidrometeorologi di Aceh tahun ini.
Sedikitnya terdapat 7.972 kepala keluarga dilaporkan terdampak di Aceh Timur. Pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir, tanah longsor, dan angin kencang untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan di Provinsi Aceh diperkirakan masih berpotensi turun dalam intensitas yang sama.
Warga juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah sekitar sungai dan titik rawan luapan air.
Hingga saat ini, tim BPBD bersama aparat terkait masih berjibaku memantau perkembangan kondisi di titik-titik rawan.
Warga diimbau tetap waspada mengingat hujan dengan intensitas serupa diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Shinta Nurma Ababil