JP Radar Kediri – Informasi mengenai dibukanya rekrutmen seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 semakin bermunculan belakangan ini.
Kabar baik datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berencana akan membuka pelaung untuk formasi periset dalam ujian seleksi CPNS 2026 mendatang.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan dan Profesor Riset BRIN.
Adapun rencana pengajuan formasi periset ditujukan dalam rangka untuk menyiasati kurangnya jumlah periset di Indonesia dengan bidang-bidang tertentu.
"Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan," tegas Arif Satria di sela-sela kegiatan Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN di Jakarta, Selasa, (24/11), dikutip dari Antara.
Arif menjelaskan bahwa jumlah peneliti di Indonesia saat ini masih tergolong sangat rendah, yakni sekitar 300 per satu juta penduduk. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju, yang jumlah perisetnya bisa menembus hingga 4.000 orang per satu juta penduduk.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekosistem riset di Indonesia masih membutuhkan dorongan besar, baik dari sisi pendanaan, fasilitas, maupun regenerasi sumber daya manusia, agar mampu mengejar ketertinggalan dan bersaing dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta inovasi global.
Adapun sejumlah bidang yang menjadi prioritas BRIN antara lain bidang nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, serta bidang teknologi berkelanjutan. Arif juga menambahkan bahwa ahli bidang sosial tidak boleh dikesampingkan. Terutama di bidang sosiologi pedesaan maupun ekonomi pertanian.
Arif turut menegaskan bahwa kerja sama lintas disiplin sangat dibutuhkan dalam dunia penelitian, agar hasil riset lebih relevan dan mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
Ia menambahkan, besarnya kebutuhan peneliti di Indonesia menjadi alasan penting bagi BRIN untuk terus mendorong tumbuhnya budaya riset dan inovasi yang benar-benar membawa manfaat bagi publik.
Meskipun kebutuhan tenaga periset di formasi ini tergolong besar, namun pihak BRIN masih belum bisa memastikan berapa kuota spesifik yang akan dibuka di gelaran rekrutmen CPNS 2026 tahun depan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil