Kekeliruan yang Sering Terjadi dalam Wudhu Perempuan Berambut Panjang dan Cara Menghindarinya
Jauhar Yohanis• Selasa, 25 November 2025 | 20:12 WIB
Photo
Wudhu adalah syarat sah shalat. Jika wudhu tidak benar, maka shalat seseorang juga tidak sah. Karena itu, memahami setiap bagian tubuh yang wajib terkena air adalah hal yang sangat penting. Salah satu hal yang sering kali terlewat, khususnya bagi perempuan, adalah rambut yang tumbuh di area wajah.
Artikel ini menjelaskan dengan bahasa sederhana tentang bagian rambut wajah yang wajib dibasuh saat wudhu, kesalahan umum yang sering terjadi, dan cara melakukannya dengan benar.
1. Rambut di Area Wajah Termasuk Bagian yang Wajib Dibasuh
Artinya, “Wajib membasuh rambut yang tumbuh di wajah, seperti bulu mata, alis, kumis, rawis (rambut tipis di bawah bibir), dan janggut, yaitu rambut yang tumbuh di dagu, tempat bertemunya dua tulang rahang. Juga termasuk rambut pipi, yakni rambut yang tumbuh pada tulang sejajar dengan telinga, serta jambang, yaitu rambut yang tumbuh turun dari situ hingga menyambung ke janggut,” (Zainuddin Ahmad bin Abdul Aziz al-Malibari, Fathul Mu'in, [Beirut, Darul Ibnu Hazm: tt], halaman 47).
Dalam fiqih Syafi’i, wajah tidak hanya mencakup kulit, tetapi juga seluruh rambut yang tumbuh di daerah wajah, seperti:
Rambut pipi atau cambang
Rambut di dekat telinga
Bulu halus di pipi
Alis
Bulu mata
Kumis (pada laki-laki)
Rambut tipis di bawah bibir (‘unfaqah)
Janggut dan rambut yang tumbuh di area dagu
Semua bagian tersebut wajib terkena air saat wudhu.
2. Kesalahan Umum: Menyibakkan Rambut ke Belakang Telinga
Banyak perempuan memiliki rambut di area pipi atau dekat telinga. Ketika membasuh wajah, sebagian orang secara reflek menyibakkan rambut ke belakang telinga agar wajah terasa lebih “lapang”.
Padahal rambut tersebut termasuk bagian wajah.
Jika rambut itu disibakkan sehingga tidak terkena air, maka ada bagian wajah yang tidak terbasuh, dan akibatnya wudhunya tidak sah.
Kesimpulannya: Selama rambut itu tumbuh pada area wajah—walau tipis sekalipun—maka rambut tersebut wajib dibasuh bersama kulit di bawahnya.
3. Apakah Rambut yang Panjang Harus Dibasuh Sampai Ujungnya?
Pertanyaan yang sering muncul:
“Kalau rambut pipi atau jambang itu panjang sampai turun ke bawah wajah, apakah harus dibasuh sampai ujung?”
Dalam mazhab Syafi’i terdapat dua pendapat:
Pendapat terkuat dan mayoritas ulama Syafi’iyyah: Rambut yang tumbuh di wajah wajib dibasuh seluruhnya sampai ujung, meskipun panjangnya melebihi batas wajah.
Pendapat kedua: Tidak wajib sampai ujung, cukup bagian yang berada di area wajah.
Karena pendapat pertama lebih kuat, maka sikap hati-hati (ihtiyath) adalah membasuh rambut tersebut hingga ujungnya. Tidak sulit, cukup dijaliri air dengan meratakannya menggunakan tangan.
4. Cara Praktis Membasuh Wajah Agar Tidak Salah
Agar wudhu benar-benar sah, berikut cara sederhana yang bisa dilakukan:
1. Jangan menyibakkan rambut wajah ke belakang telinga.
Biarkan rambut pipi atau cambang tetap pada posisi alami.
2. Basuh wajah dengan dua telapak tangan yang penuh air.
Usapkan ke seluruh permukaan wajah dari:
batas atas (tempat tumbuh rambut kepala)
sampai bawah dagu
dari telinga kanan ke telinga kiri
3. Pastikan air mengenai rambut pipi, cambang, alis, dan bulu halus lainnya.
4. Jika rambut wajah panjang, tarik lembut ke depan lalu pastikan ujungnya juga terkena air.
5. Jangan terburu-buru.
Wudhu bukan sekadar ritual cepat, tapi ibadah yang menentukan sah tidaknya shalat.(*)