JP Radar Kediri - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang kembali erupsi pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB.
Gunung setinggi 3.676 MDPL itu mengeluarkan awan panas hingga sejauh 8,5 meter dari puncak.
Dari video amatir yang beredar di media sosial, tampak dengan jelas awan panas atau yang sering disebut wedus gembel, menutupi area sekitar. Tampakn pula masyarakat yang berlarian mengamankan diri.
Terkait hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bergerak cepat mengevakuasi warga di kaki lereng Gunung Semeru, terutama di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro.
"Awan panas masih berlangsung, dengan amplitudo maksimum 40 mm. Arah angin menuju ke Utara dan cuaca terpantau berawan," tutur Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Gatot Soebroto, Rabu (19/11) dikutip dari Jawapos.
BPBD Provinsi Jatim terus melakukaan koordinasi intensif dengan PPGA Semeru dan BPBD Kabupaten Lumajang terkair perkembangan aktivitas erupsi Gunung Api Semeru.
Bahkan saat ini, akses Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Kabupaten Lumajang - Kabupaten Malang, ditutup sementara karena sudah dikelilingi oleh wedus gembel.
"Kami masih mendata dampak dan korban dari peristiwa erupsi Gunung Semeru. Kemudian pada Pukul 16.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru naik dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga)," pungkas Gatot. (*
Editor : Shinta Nurma Ababil