JP Radar Kediri – Disamping kabar simpang siur soal Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025, kabar terbarunya untuk pencairan November ini disampaikan pemerintah.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan bahwa BSU tahap pertama telah disalurkan kepada 2.450.068 penerima hingga 24 Juni 2025, dari total target 3.697.836 pekerja.
Sisanya, sebanyak 1.247.768 pekerja, masih dalam proses penyaluran.
Secara resmi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan tidak ada penyaluran BSU tahap II. Artinya, Pemerintah hanya menyalurkan BSU pada periode Juni-Juli 2025.
“Tidak ada sampai sekarang BSU tahap II,” kata Yassierli kepada awak media di kantornya, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.
Program BSU ini memberikan bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama dua bulan berturut-turut, yakni Juni dan Juli 2025. Bantuan disalurkan sekaligus sebesar Rp 600 ribu tanpa potongan apa pun, melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia bagi penerima yang tidak memiliki rekening bank.
Penerima BSU merupakan warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga April 2025.
Kriteria lainnya adalah dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan atau setara upah minimum di daerahnya. Bantuan ini tidak diberikan kepada ASN, TNI, maupun Polri, serta tidak diperuntukkan bagi pekerja yang sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH).
BSU menjadi salah satu dari lima program stimulus ekonomi pemerintah, bersama diskon tarif tol, subsidi transportasi, bantuan sosial, dan potongan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Para pekerja dan buruh dapat melihat status pencairan ketika melakukan pengecekan di situs resmi BPJS Ketenagakerjaan di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id maupun melalui aplikasi JMO.
Bagi pekerja yang lolos verifikasi, akan mendapatkan notifikasi, "Anda lolos verifikasi BPJS Ketenagakerjaan sebagai calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU)."
Terkait penyaluran BSU tahap II, Kemnaker sudah menerima data dari BPJS ketenagakerjaan sebanyak data 4.535.422 calon penerima. Data tersebut saat ini sedang dalam proses verifikasi dan validasi.
Yassierli mengungkapkan, proses verifikasi dan validasi ini dilakukan guna memastikan ketepatan sasaran dalam penyaluran.
Pasalnya, pihaknya menekankan prinsip kehati-hatian dalam memastikan data dari BPJS Ketenagakerjaan itu sesuai dengan kriteria yang memang sudah ditetapkan.
“Sehingga kalau ditanya kapan cair? Ada dua isu tadi. Kami sangat hati-hati dalam memastikan data penerima dan kedua tentu administrasi keuangan. Karena anggarannya itu adalah sesuatu yang belum kita rencanakan dari awal tahun,” paparnya.
Inilah yang menyebabkan pihaknya belum bisa memberikan target pasti kapan penyaluran BSU 2025 rampung.
Cara Cek Status Pencairan BSU 2025 Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Pekerja/buruh dapat cek status penerima dan pencairan BSU melalui situs BPJS Ketenagakerjaan, berikut caranya:
- Pertama, buka situs https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id/
- Geser ke bawah hingga menemukan "Cek Apakah Kamu Termasuk Calon Penerima BSU?"
- Kemudian isi data diri mulai dari NIK, nama lengkap, tanggal lahir, nama ibu kandung, nomor handphone dan email yang masih aktif.
- Klik "Lanjutkan". Ikuti proses tahapan hingga selesai
Selain itu, pekerja juga bisa melihat status apakah lolos verifikasi sebagai penerima BSU atau tidak melalui laman bsu.kemnaker.go.id.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Shinta Nurma Ababil