CILACAP — Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibenying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali dilanjutkan pada hari keempat, Selasa pagi. Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan 11 korban dalam kondisi meninggal, sementara 12 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Proses evakuasi pada hari ketiga kemarin terpaksa dihentikan lebih cepat pada pukul 16.00 WIB karena hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Kondisi cuaca yang tak menentu menjadi hambatan utama operasi pencarian.
Untuk mempercepat proses, BNPB bekerja sama dengan BMKG melakukan rekayasa cuaca pada hari ini. Pesawat yang digunakan untuk operasi modifikasi cuaca lepas landas dari Jakarta menuju Bandung pada pagi hari sebelum memulai penyemaian. Upaya ini diharapkan dapat membuka celah cuaca cerah agar proses pencarian dapat berlangsung aman hingga sore nanti.
Hari ketiga pencarian mencatat perkembangan signifikan. Tim berhasil menemukan delapan korban, peningkatan drastis dibanding dua hari sebelumnya. Hal ini dimungkinkan oleh penambahan alat berat hingga sembilan unit, jumlah personel yang lebih banyak, serta anjing pelacak yang mengidentifikasi titik-titik yang diduga terdapat korban. Dilaporkan, salah satu korban ditemukan di kedalaman tiga meter. Mustahil dilakukan tanpa alat berat.
Hari ini, proses pencarian masih difokuskan pada titik-titik yang diperkirakan merupakan lokasi rumah para korban yang tertimbun longsor. Namun, tim SAR membuka kemungkinan memperluas sektor pencarian sesuai kondisi lapangan. Hingga pagi ini, cuaca masih mendung dan berawan, serupa dengan hari-hari sebelumnya.
Tim gabungan berharap rekayasa cuaca dapat memberikan jendela waktu yang cukup panjang untuk mengevakuasi seluruh korban. Operasi direncanakan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB selama kondisi cuaca mendukung.
Upaya pencarian masih berlanjut. Pemerintah daerah dan BNPB meminta masyarakat sekitar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil pascahujan deras.
Baca Juga: Longsor Cilacap: Tiga Korban Meninggal, 20 Orang Masih Hilang, Pencarian Dikejar Waktu
Editor : Jauhar Yohanis