Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Longsor Cilacap: Tiga Korban Meninggal, 20 Orang Masih Hilang, Pencarian Dikejar Waktu

Jauhar Yohanis • Sabtu, 15 November 2025 | 20:00 WIB

Longsor Cilacap: Libatkan alat berat dan anjing pelacak
Longsor Cilacap: Libatkan alat berat dan anjing pelacak

CILACAP — Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibening, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari berikutnya dengan situasi lapangan yang masih penuh tantangan. Hingga pagi ini, tim SAR gabungan melaporkan tiga korban meninggal dunia, sementara 20 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, mengatakan terdapat 667 personel yang diterjunkan untuk mempercepat pencarian. Sebanyak 512 personel dibagi ke dalam lima sektor pencarian yang disusun berdasarkan rekomendasi warga dan analisis titik rawan. “Kami berharap cuaca mendukung agar pencarian bisa maksimal,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan operasi, tim menggunakan anjing pelacak, serta mengerahkan sedikitnya sembilan hingga sebelas ekskavator. Sejumlah alat berat bekerja di titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya rumah warga, salah satunya rumah yang dihuni keluarga saat kejadian. Ekskavator juga membersihkan material kayu dan bebatuan yang menghambat akses evakuasi.

Rumah sakit setempat, RSUD Majenang, telah menangani 10 korban, terdiri dari tiga korban meninggal, empat orang yang dirawat inap, dua pasien rawat jalan, dan satu korban yang berada di IGD. Sebagian korban mengalami trauma tumpul dan patah tulang, dengan rentang usia mulai dari anak-anak hingga lansia.

Skala kerusakan yang ditimbulkan longsor cukup besar. Data sementara mencatat 8 rumah roboh, satu rumah rusak, dan 16 rumah berada dalam kondisi terancam. Material longsor juga menutup akses jalan perkampungan dan merusak lahan seluas 6,5 hektare. Kondisi tanah yang labil membuat penggunaan alat berat harus diawasi ketat.

Akses warga ke lokasi longsor kini diperketat. Aparat memasang garis pembatas demi menghindari risiko longsor susulan serta menghindari kerumunan yang dapat menghambat evakuasi. Meski demikian, keluarga korban masih diperkenankan masuk terbatas untuk menunjukkan titik-titik rumah yang hilang tertimbun.

Sementara itu, 15 kepala keluarga telah mengungsi ke balai desa. Sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman. Fasilitas dasar di lokasi pengungsian, seperti alas tidur dan kebutuhan dapur, dilaporkan cukup memadai.

Tim SAR akan melakukan evakuasi lanjutan pada sore hari untuk menentukan strategi pencarian berikutnya. Hingga saat ini, upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan cuaca tetap bersahabat dan korban yang masih tertimbun dapat segera ditemukan.(*)

Editor : Jauhar Yohanis
#Longsor Cilacap