JP Radar Kediri – Saldo Rp600 ribu sudah mulai masuk rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bansos. Bukan dari Bantuan Subsidi Upah (BSU) November 2025, melainkan dari bansos reguler BPNT tahap 4.
Nampaknya di bulan November ini para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) banyak yang tertimpa durian runtuh dengan cairnya bansos secara bersama-sama.
Tak hanya BPNT tahap 4, bansos tambahan BLTS Kesra Rp900 ribu juga sudah mulai masuk rekening KKS.
Per tanggal 12 November, banyak KPM yang melapor menerima transferan saldo Rp600 ribu dan Rp900 ribu. Dana ini tak lain berasal dari bansos BPNT dan BLTS Kesra.
Berbeda dengan bansos diatas, BSU justru belum terlihat hilalnya. Sebelumnya, sinyal positif perihal pencairan BSU 2025 ini sempat muncul dari Kementerian Keuangan.
Riznaldi Akbar selaku Analis Kebijakan Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu menyebut jika BSU terbukti efektif sehingga peluang berlanjut di kuartal III dan IV 2025 tetap terbuka.
Namun informasi lebih lanjut terkait pencairannya kembali belum diinformasikan.
Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, kabar pencairan BSU tahap 3 pada Oktober 2025 adalah tidaklah benar.
Hal senada juga ditegaskan oleh Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, yang menyebut narasi pencairan BSU tahap ketiga hanyalah hoaks.
“Masyarakat jangan terjebak isu liar. Cek langsung di kanal resmi pemerintah,” tutur Indah.
Kementerian Ketenagakerjaan secara langsung menegaskan program BSU 2025 telah diluncurkan dan selesai disalurkan tahun ini pada periode Juni-Juli.
Program BSU merupakan bantuan subsidi gaji atau upah dalam bentuk uang tunai bagi pekerja yang memenuhi kriteria tertentu.
Berdasarkan laman resmi Kemnaker, pencairan BSU 2025 telah dilakukan pada periode Juni-Juli 2025. Bantuan ini disalurkan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia kepada pekerja yang telah terverifikasi memenuhi syarat.
Penerima bantuan mendapatkan Rp600 ribu, yang merupakan akumulasi dari Rp300 ribu per bulan selama dua bulan. Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengonfirmasi pencairan BSU 2025 hanya berlangsung hingga batch 4 pada Agustus 2025.
Yassierli juga mengatakan mengatakan hingga awal November 2025, pemerintah belum menetapkan BSU tahap II.
Pihaknya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan atau keputusan baru terkait pencairan tambahan di bulan berikutnya.
"Sampai sekarang belum ada arahan atau kebijakan terkait BSU tahap II. Kalau ada yang posting BSU Oktober atau November, itu belum benar," jelas Menaker Yassierli.
Dengan penjelasan tersebut, dapat dipastikan isu pencairan BSU 2025 yang ditunda ke 2026 adalah tidak benar. Program BSU 2025 telah berakhir pada Agustus lalu.
BSU Diundur di 2026?
Pemerintah melalui Kementerian Sosial resmi menggelontorkan dana jumbo hingga Rp7 triliun untuk tiga program sekaligus, yakni BPNT, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta BLT Kesra.
BLT Kesra Rp900.000 merupakan bantuan pemerintah untuk 35,5 juta keluarga berpenghasilan rendah yang mulai disalurkan 5 November 2025.
Bantuan ini dicairkan melalui empat bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) serta PT Pos Indonesia menerima perintah resmi untuk menyalurkan dana bantuan tahap keempat.
Proses pencairan dimulai sejak awal November dan kini memasuki puncak distribusi nasional.
BLT Kesra Rp900 ribu dan BPNT Rp600 ribu
Bansos BPNT tunai senilai Rp600.000 untuk tiga bulan juga mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Di beberapa wilayah, penerima juga mendapatkan BLT Kesra sebesar Rp900.000 sehingga total dana bantuan bisa mencapai Rp1,5 juta per keluarga.
Penyaluran paling cepat dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), diikuti oleh BRI dan BNI yang kini mulai menyalurkan bantuan ke seluruh provinsi, termasuk:
Seperti di Jawa Barat meliputi Bandung, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi. Jawa Tengah meliputi Jepara, Kudus, Purbalingga, Semarang, Magelang, dan Jawa Timur meliputi Malang, Jombang, Pasuruan, Tulungagung, Surabaya.
BLT Kesra menyasar lebih dari 35 juta KPM, terutama yang berada pada desil 1 hingga 4. Adapun nominal bantuan BLTS adalah Rp900.000.
Jumlah itu tak lain akumulasi dari Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, yang akan dicairkan sekaligus.
Dilansir dari kanal Info Bansos, saat ini, proses pemadanan data berada pada tahap finalisasi untuk memastikan penerima tepat sasaran.
Total alokasi BLT Kesra mencapai Rp31,54 triliun, yang akan difokuskan pada KPM yang membutuhkan.
Daftar Bansos yang Dicairkan Kembali 2026
Sejumlah program bansos yang dilanjutkan di 2026 antara lain:
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
2. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
3. Program Indonesia Pintar (PIP)
4. Program KIP Kuliah
5. Program PBI JKN. Bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional khusus untuk kelompok masyarakat yang kurang mampu.
6. Program Rehabilitasi Sosial PMKS. Bantuan sosial untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) untuk tujuan mengembalikan fungsi sosial mereka supaya dapat hidup layak dan bermartabat.
Baca Juga: Kemensos Beri Panduan Agar Jadi Penerima Bansos Hingga 2026, Salah Satunya Lapor Pindah Alamat Baru
Selain itu, ada beberapa penyesuaian untuk program bansos di tahun 2026 meliputi sejumlah aspek penting yaitu:
1. Data penerima bansos akan memakai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menggantikan penggunaan yang sebelumnya tersendiri-tersendiri seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
2. Digitalisasi penyaluran bansos. Sistem digitalisasi bansos nasional ditargetkan mulai berjalan di tahun 2026 supaya penyalurannya lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
3. Graduasi penerima. Untuk salah satu program PKH, rencana graduasi sejumlah keluarga penerima agar tidak terus-menerus hanya menerima bantuan, melainkan diarahkan ke pemberdayaan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil