JP Radar Kediri – Nampaknya di bulan November ini para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) banyak yang tertimpa durian runtuh dengan cairnya bansos secara bersama-sama.
Mulai bansos regular seperti PKH dan BPNT tahap 4, bansos tambahan BLTS Kesra juga sudah mulai masuk rekening KKS.
Per tanggal 12 November, banyak KPM yang melapor menerima transferan saldo Rp600 ribu dan Rp900 ribu. Dana ini tak lain berasal dari bansos BPNT dan BLTS Kesra.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial resmi menggelontorkan dana jumbo hingga Rp7 triliun untuk tiga program sekaligus, yakni BPNT, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta BLT Kesra.
BLT Kesra Rp900.000 merupakan bantuan pemerintah untuk 35,5 juta keluarga berpenghasilan rendah yang mulai disalurkan 5 November 2025.
Bantuan ini dicairkan melalui empat bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) serta PT Pos Indonesia menerima perintah resmi untuk menyalurkan dana bantuan tahap keempat.
Proses pencairan dimulai sejak awal November dan kini memasuki puncak distribusi nasional.
BLT Kesra Rp900 ribu dan BPNT Rp600 ribu
Bansos BPNT tunai senilai Rp600.000 untuk tiga bulan juga mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Di beberapa wilayah, penerima juga mendapatkan BLT Kesra sebesar Rp900.000 sehingga total dana bantuan bisa mencapai Rp1,5 juta per keluarga.
Penyaluran paling cepat dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), diikuti oleh BRI dan BNI yang kini mulai menyalurkan bantuan ke seluruh provinsi, termasuk:
Seperti di Jawa Barat meliputi Bandung, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi. Jawa Tengah meliputi Jepara, Kudus, Purbalingga, Semarang, Magelang, dan Jawa Timur meliputi Malang, Jombang, Pasuruan, Tulungagung, Surabaya.
BLT Kesra menyasar lebih dari 35 juta KPM, terutama yang berada pada desil 1 hingga 4. Adapun nominal bantuan BLTS adalah Rp900.000.
Jumlah itu tak lain akumulasi dari Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, yang akan dicairkan sekaligus.
Dilansir dari kanal Info Bansos, saat ini, proses pemadanan data berada pada tahap finalisasi untuk memastikan penerima tepat sasaran.
Total alokasi BLT Kesra mencapai Rp31,54 triliun, yang akan difokuskan pada KPM yang membutuhkan.
Beras 20 Kilogram dan Minyak Goreng 4 Liter
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng telah didistribusikan ke 18,27 juta keluarga penerima manfaat.
Bantuan ini merupakan bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, beberapa wilayah yang telah menerima bantuan antara lain: Blora, Jawa Tengah untuk 81.000 KPM, dan Solo Raya (Surakarta, Sragen, Klaten, Boyolali): 9.630 ton beras dan 1,9 juta liter minyak
Kediri, Bandung, Singkawang, Sambas, Jakarta: distribusi masih berlangsung hingga akhir November.
Di tahun 2026, terdapat sejumlah program bansos yang akan tetap dilanjutkan oleh pemerintah karena manfaatnya dirasakan secara masyarakat.
Daftar Bansos yang Dicairkan Kembali 2026
Sejumlah program bansos yang dilanjutkan di 2026 antara lain:
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
2. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
3. Program Indonesia Pintar (PIP)
4. Program KIP Kuliah
5. Program PBI JKN. Bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional khusus untuk kelompok masyarakat yang kurang mampu.
6. Program Rehabilitasi Sosial PMKS. Bantuan sosial untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) untuk tujuan mengembalikan fungsi sosial mereka supaya dapat hidup layak dan bermartabat.
Baca Juga: Kemensos Beri Panduan Agar Jadi Penerima Bansos Hingga 2026, Salah Satunya Lapor Pindah Alamat Baru
Selain itu, ada beberapa penyesuaian untuk program bansos di tahun 2026 meliputi sejumlah aspek penting yaitu:
1. Data penerima bansos akan memakai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menggantikan penggunaan yang sebelumnya tersendiri-tersendiri seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
2. Digitalisasi penyaluran bansos. Sistem digitalisasi bansos nasional ditargetkan mulai berjalan di tahun 2026 supaya penyalurannya lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
3. Graduasi penerima. Untuk salah satu program PKH, rencana graduasi sejumlah keluarga penerima agar tidak terus-menerus hanya menerima bantuan, melainkan diarahkan ke pemberdayaan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil