Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penetapan Soeharto Pahlawan Nasional Tuai Pro Konta, Menteri Sosial : Mari kita Ingat yang Baik-baik

Shinta Nurma Ababil • Senin, 10 November 2025 | 18:58 WIB
Mantan Presiden Indonesia ke-2, Soeharto
Mantan Presiden Indonesia ke-2, Soeharto

JP Radar Kediri -  Keputusan untuk menjadikan Soegarto sebagai pahlawa nasional tuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.  Tepat di hari pahlawan nasional ini, 10 November, Presiden Prabowo Subianto berencana mengumumkan 10 nama yang akan masuk ke dalam daftar pahlawan nasional.

Namun, di antara daftar tokoh pahlawan nasional itu terdapat nama Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon menjelaskan, proses pengusulan gelar pahlawan nasional dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional.

Selain itu, proses pengusulan turut melibatkan berbagai kalangan akademisi dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat menemui Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/11).

 Baca Juga: 40+ Ucapan Hari Pahlawan Nasiona, Singkat Namun Penuh Makna

Fadli Zon menyampaikan, terdapat 40 nama calon pahlawan nasional yang baru diusulkan, serta 9 nama tambahan yang merupakan hasil lanjutan dari tahun sebelumnya.

Selanjutnya dari jumlah tersebut, 24 nama menjadi usulan prioritas dari Dewan GTK setelah dilakukan seleksi, kajian, serta penelitian.

Lebih lanjut, ia menambahkan seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk latar belakang daerah, peran gender, serta keberagaman kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

"Kita menyeleksi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan termasuk gender, provinsi, dan lain-lain," pungkasnya.

Tanggapan Menteri Sosial

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan sejumlah nama yang sedang santer diusulkan menjadi pahlawan nasional memang layak untuk mendapat gelar tersebut.

Ia tak menampik ternapat nama Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, hingga tokoh buruh Marsinah.

Selain itu, lanjut Gus Ipul, masih ada sejumlah nama pejuang dari berbagai provinsi di Indonesia yang diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengatakan, gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Semua prosesnya telah dilalui secara berjenjang mulai dari bawah sampai ke atas.

“Siapa pun nanti yang diumumkan oleh Presiden RI, semuanya telah dinyatakan memenuhi syarat,” kata dia.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengingat kebaikan para pendahulu dan sambil mencatat kekurangannya, sehingga tidak terulang lagi ke depan. “Mari kita ingat yang baik-baik,” jelasnya.

Terkait munculnya sejumlah penolakan terhadap pemberian gelar pahlawan bagi Soeharto, Gus Ipul menilai itu merupakan bagian dari proses, dinamika, dan lampiran dalam keputusan pemberian gelar pahlawan ini. “Kita tunggu sebentar lagi ya,” kata dia.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#soeharto pahlawan nasional #soeharto #10 November #pahlawan nasional #hari pahlawan nasioanal #menteri sosial #gus ipul