Tutut Soeharto: Pro Kontra Itu Wajar, yang Penting Jaga Persatuan
Jauhar Yohanis• Senin, 10 November 2025 | 18:35 WIB
Mbak Tutut (Siti Hardijanti) saat memberi keterangan kepada media di Istana
Jakarta – Putri sulung Presiden kedua Republik Indonesia, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, menanggapi santai munculnya pro dan kontra atas penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada ayahnya, Soeharto.
Menurut Tutut, perbedaan pandangan di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Ia menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Pro dan kontra itu biasa, masyarakat kita kan macam-macam. Yang penting kita semua tetap menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” ujar Tutut.
Tutut juga menyoroti bahwa selama hidupnya, Soeharto telah berjuang sepenuh hati untuk bangsa dan negara. Ia berharap masyarakat bisa melihat jasa-jasa ayahnya secara objektif dan menilai kontribusinya bagi Indonesia.
“Kami keluarga tidak menyimpan rasa dendam atau kecewa terhadap pihak yang belum mendukung. Semua orang berhak berpendapat,” tambahnya.
Sementara itu, Bambang Trihatmodjo, salah satu putra Soeharto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan yang telah diambil. Ia menilai penetapan ini merupakan bentuk pengakuan atas pengabdian panjang ayahnya untuk negara.
“Kami berterima kasih kepada Presiden dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung. Semoga keputusan ini membawa kebaikan bagi bangsa,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan Presiden kedua RI, Soeharto, sebagai salah satu dari 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
Proses penetapan tersebut dilakukan setelah melalui tahapan dan finalisasi dalam rapat terbatas pemerintah.
Penetapan ini sekaligus menambah daftar panjang tokoh bangsa yang mendapat penghargaan atas jasa besar mereka bagi kemerdekaan, pembangunan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).