JP Radar Kediri – Sinyal dibukanya pendaftaran CPNS 2026 semakin kuat. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi untuk mencari informasi tentang ASN/CPNS. Akibatnya, mereka mudah dimanfaatkan oleh oknum yang sengaja menyebarkan informasi palsu.
Belakangan ini, ada banyak tautan palsu terkait rekrutmen CPNS 2026. Dalam beberapa kasus, pelaku mengirimkan phising melalui saluran WhatsApp. Itu adalah modus yang tujuannya untuk mengambil data pribadi dari orang yang mengklik tautan tersebut. Data pribadi tersebut bisa berupa nama lengkap, No KTP, No Telegram atau WhatsApp.
Biasanya diawali dengan pertanyaan: CPNS 2026 kapan dibuka? Pertanyaan itu memancing penasaran publik. Faktanya, pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait rekrutmen CPNS 2026. Maka dari itu, jika menemukan informasi pendaftaran CPNS 2026 bisa dipastikan hal tersebut adalah informasi palsu atau tidak benar.
Baca Juga: CPNS 2026 Resmi Dibuka, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar di 14 Formasi Bergengsi Ini!
Alangkah baiknya, tunggu pengumuman resmi dari Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Ciri-Ciri Situs Palsu atau Hoaks CPNS 2026
Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Segera Dibuka, Formasi PPPK Dibatasi! Cek Syarat dan Peluangnya di Sini!
- Alamat Domain Mencurigakan
Situs palsu biasanya memiliki alamat domain yang mencurigakan dan terlihat tidak resmi. Domain pendaftaran CPNS 2026 secara resmi memilki alamat domain “go.id”.
- Setor Data Pribadi
Komunikasi palsu memiliki pertanyaan penyetoran data pribadi yang terlalu berlebihan. Biasanya data ini juga tidak diminta oleh situs resmi CPNS 2026, seperti ongkos pendaftaran, transfer uang, nomor rekening, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Kapan CPNS 2026 Dibuka? BKN dan KemenPAN-RB Akhirnya Buka Suara
- Klaim Langsung Diterima
Link penipuan CPNS 2026 mengandung embel-embel janji “langsung diterima”. Hal ini nampaknya menggiurkan bagi masyarakat yang memang mengidamkan menjadi ASN. Menariknya, mereka juga memberikan iming-iming tanpa proses seleksi ujian terkait. Jelasnya hal ini sangat bercampur dengan mekanisme resmi yang menggunakan tahapan seleksi SKD dan SKB.
- Banner Tidak Resmi
Biasanya situs ini juga didapat dari flyer atau selebaran lowongan kerja di media sosial. nampaknya terkesan resmi namun ketika ditelusuri banyak ditemukan akun tersebut bukan milik instansi pemerintah.
- Ada informasi Jadwal dan Formasi
Link palsu juga dilengkapi dengan informasi jadwal dan formasi yang telah diumumkan. Padahal, instansi resmi penyelenggara belum ada keputusan terkait.
Oleh karena itu, pastikan Anda hanya mengikuti informasi resmi untuk membantu menjaga reputasi Anda sebagai pemain yang cerdas dan ramah
Editor : rekian