JP Radar Kediri – Kabar bantuan sosial (Bansos) menunjukkan progress menggembirakan setiap harinya. Hal ini disampiakan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Selasa (4/11).
Kemensos sebelumnya melakukan sinkronisasi data penerima BLTS bersama BPS dan PT Pos Indonesia selaku salah satu mitra penyalur bantuan tambahan senilai Rp300 ribu per bulan untuk Oktober, November, dan Desember 2025, atau total Rp900 ribu per keluarga.
Program ini menyasar 35.046.783 KPM yang masuk dalam Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) BPS.
Dari total penerima tersebut, tercatat 18.902.394 keluarga diketahui belum memiliki rekening bansos reguler dan membutuhkan validasi.
Proses validasi rekening menjadi tahap penting untuk menentukan mekanisme penyaluran baik melalui bank-bank Himbara maupun PT Pos Indonesia.
Gus Ipul mengatakan bahwa Kemensos terus memperkuat pengawasan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) pendamping sosial di seluruh daerah, demi kelancaran bansos ke tangan KPM.
“Kita minta para pendamping ini untuk bisa bekerja dengan baik. Sudah kita pesankan agar benar-benar menjadi pendamping yang baik,” kata Mensos Saifullah Yusuf dikutip dari Antara.
Progres bansos PKH, BPNT, hingga BLTS Kesra Rp900 ribu, sejak awal November 2025 sebanyak 400 pendamping sosial PKH telah diberikan peringatan tahap pertama dan kedua, karena diduga melanggar prosedur pelaksanaan di lapangan.
“Kalau sudah sampai peringatan ketiga, langsung kita berhentikan. Dari jumlah itu, 49 orang sudah kita berhentikan,” ujar Mensos.
BLTS Kesra Rp900 ribu via PT Pos
BLTS Kesra via PT Pos akan disalurkan untuk 7,2 juta KPM. Adapun target penerimanya bukan penerima bansos pemerintah, atau untuk KPM yang belum mendapatkan kartu KKS.
Nantinya, KPM yang namanya sudah terlihat akan mendapat undangan pencairannya.
Ketika sudah mendapat undangan lengkap dengan tanggal dan tempat pengambilan, KPM diminta untuk juga membawa surat undangan, KTP, KK.
Kategori Penerima BLTS Kesra Pengambilan Kantor Pos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa penerima BLTS akan lebih luas, sehingga siapapun berpeluang untuk mendapatkan nominal Rp900 ribu itu.
Nantinya bansos ini disalurkan untuk masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) KKS merah putih.
Mereka yang bukan penerima bansos pemerintah juga sangat berpeluang besar mendapatkan bansos Rp900 ribu akumulasi periode Oktober, November dan Desember itu.
Hari ini terdapat bansos dari bank BRI untuk BLTS. Bank BNI juga sudah cair untuk BLTS. Sedangkan bansos PKH tahap 4 cair di bank BSI.
Untuk pengecekan penerima Rp900 ribu atau tidak, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat mengunjungi laman Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG).
Kemensos telah mengoperasikan SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) untuk pengelolaan data penerima bansos secara nasional.
Sistem ini sudah terhubung dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Yang mana data penduduk masuk didalamnya dengan tingkat kesejahteraan terendah hingga 40% dari total populasi Indonesia.
Namun perlu diketahui, akses SIKS-NG tidak terbuka untuk umum, melainkan hanya bagi pendamping sosial, petugas Kemensos, dan perangkat desa/kelurahan.
Akan tetapi masyarakat dapat menggunakannya untuk melihat apakah terdaftar sebagai penerima manfaat dan layak menerima bansos atau tidak.
Cukup bermodalkan NIK KTP, pengecekan bisa dilakukan melalui dua cara: aplikasi dan situs Cek Bansos Kemensos, serta SIKS-NG.
Gus Ipul itu mengimbau agar masyarakat mencairkan bansos untuk digunakan semestinya dan sesuai kebutuhan.
Pihknya juga melarang keras bansos digunakan untuk membeli minuman keras, atau judi on-line.
Jika kedapati KPM melakukan ini maka akibatnya bantuan selanjutnya dibekukan atau dikeluarkan dari KPM.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil