Usulan agar Presiden Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional kembali mencuat. Nama Soeharto sudah beberapa kali masuk dalam daftar pengajuan resmi, bahkan sejak 2011 dan 2015.
Menurut Ketua Dewan Gelar,Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon, dari kajian pengusul seluruh syarat administratif dan historis yang diperlukan telah terpenuhi.
Salah satu dasar kuat dari usulan tersebut adalah kiprah Soeharto sebagai komandan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.
Peristiwa itu dianggap berperan penting dalam menunjukkan eksistensi dan kedaulatan Republik Indonesia di mata dunia, setelah Belanda mengklaim kemerdekaan Indonesia telah berakhir.
“Serangan Umum 1 Maret adalah salah satu bukti nyata peran Soeharto dalam mempertahankan kemerdekaan,” ujar usai bertemu Presiden Prabowo di istana, Rabu 5 November 2025.
Ia menambahkan, Soeharto juga berperan dalam operasi besar lainnya, seperti pembebasan Irian Barat, yang turut memperkuat integrasi nasional.
Meski demikian, usulan pemberian gelar kepada Soeharto kerap menimbulkan perdebatan di ruang publik. Sebagian kalangan menilai jasa militernya tidak dapat diabaikan, sementara yang lain menyoroti sisi kontroversial masa pemerintahannya, terutama pada periode Orde Baru.
Saat ini tinggal menunggu persetujuan Presiden. Bila di setujui, maka Soeharto berpotensi menjadi salah satu tokoh yang akan diumumkan sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan mendatang.(*)
Editor : Jauhar Yohanis