Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Prabowo Sebut Pakar yang Mengatakan Wajar Impor Pangan adalah Sesat Pikir

Jauhar Yohanis • Rabu, 5 November 2025 | 17:07 WIB

SWA SEMBADA PANGAN: Produksi beras nasional versi BULOG dan proyeksi FAO
SWA SEMBADA PANGAN: Produksi beras nasional versi BULOG dan proyeksi FAO

Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fokus utama pemerintahannya pada tahun pertama adalah memastikan ketahanan pangan nasional. Dalam pidatonya pada acara pelayanan kereta api, Prabowo menyampaikan bahwa tanpa kemandirian pangan, sebuah negara tidak dapat dikatakan benar-benar merdeka.

“Tidak mungkin ada negara kalau makan tidak ada, dan tidak ada bangsa yang boleh tergantung pada pangan dari negara lain. Itu konyol,” tegas Prabowo di hadapan para pejabat dan masyarakat yang hadir pada peresmian Stasiun Tanah Abang 4 November 2025.

Ia juga menyinggung para pakar yang berpendapat bahwa impor pangan adalah hal wajar, dengan menyebut pandangan semacam itu sebagai “sesat pikir”.

Prabowo mengungkapkan kebanggaannya bahwa dalam waktu singkat, tim pemerintah yang ia pimpin telah berhasil mencapai produksi pangan tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ia juga menyebut bahwa cadangan pangan nasional saat ini adalah yang terbesar sejak Indonesia merdeka, menandakan keberhasilan awal dalam strategi besar menuju kedaulatan pangan.

“Kita aman di bidang pangan dan akan terus kita amankan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setelah ketahanan pangan, pemerintah akan bergerak menuju swasembada energi dalam beberapa dekade mendatang, memperkuat fondasi kemandirian nasional di sektor strategis.

Bagi Prabowo, ketahanan pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kedaulatan. Ia menekankan bahwa negara yang bergantung pada pasokan makanan dari luar negeri akan kehilangan kemandiriannya dan mudah diguncang oleh gejolak global.

“Negara yang merdeka harus bisa menguasai, mengamankan, dan memproduksi makannya sendiri,” tegasnya.

Langkah-langkah konkret untuk menjaga ketersediaan pangan nasional, menurut Prabowo, akan terus diperkuat melalui peningkatan produksi dalam negeri, pembangunan infrastruktur pertanian, serta dukungan bagi petani agar lebih produktif dan sejahtera.

Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah baru yang berorientasi pada pangan sebagai pilar utama kedaulatan nasional, sejalan dengan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat penuh atas sumber dayanya sendiri.(*)

Editor : Jauhar Yohanis
#impor pangan #Presiden Prabowo