Indonesia Bersiap Hentikan Impor Solar, RDMP Balikpapan dan Program B50 Jadi Kunci
Jauhar Yohanis• Selasa, 4 November 2025 | 13:04 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi keterangan usai bertemu Presidedn Prabowo di Istana Senin 3 November 2025
Jakarta-Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor solar mulai tahun 2025 hingga 2026. Langkah ambisius ini menjadi bagian dari upaya besar menuju kedaulatan energi nasional, sebagaimana disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam laporan terbarunya kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
“Insyaallah 2025–2026 kita enggak akan impor solar lagi,” ujar Menteri ESDM. Kunci utama dari target ini terletak pada dua hal: proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan program biodiesel B50.
Kilang Balikpapan Jadi Penopang Utama
Proyek RDMP Balikpapan yang dikelola oleh Pertamina tengah memasuki tahap akhir. Pemerintah menargetkan peresmian pada 10 November 2025. Setelah beroperasi penuh, kilang tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi solar dalam negeri secara signifikan.
Dengan tambahan produksi ini, Indonesia diproyeksikan bisa memenuhi kebutuhan solar nasional tanpa perlu impor. Bahkan, jika produksi berlebih, pemerintah membuka peluang untuk mengekspor sebagian hasil olahan solar ke pasar regional.
Biodiesel B50 Dorong Kemandirian Energi
Selain RDMP, program B50—yakni pencampuran 50 persen bahan bakar nabati (biodiesel) ke dalam solar—menjadi pelengkap strategi kemandirian energi. Program ini tidak hanya menekan ketergantungan terhadap minyak mentah impor, tetapi juga memberi nilai tambah pada komoditas kelapa sawit yang menjadi bahan baku utama biodiesel.
Menteri ESDM menyebut, dorongan menuju B50 bahkan dapat menciptakan over supply solar, membuka peluang ekspor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen energi hijau di kawasan.
Presiden Dorong Penyelesaian Tepat Waktu
Presiden Prabowo disebut memberikan respon positif dan dukungan penuh terhadap langkah kementerian. Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek RDMP dan konsistensi pelaksanaan program biodiesel.
Pemerintah berharap, kombinasi RDMP dan B50 akan menjadi tonggak penting transisi energi nasional, sekaligus menekan defisit neraca migas yang selama ini membebani APBN. (*)