Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

6 Poin Penting Petisi Batalkan TKA 2025 yang Viral, Sudah Ditandatangani 174.000 Lebih Siswa

Shinta Nurma Ababil • Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:25 WIB
Pelajar Kediri mengikuti gladi bersih tes kemampuan akademik (TKA).
Pelajar Kediri mengikuti gladi bersih tes kemampuan akademik (TKA).

JP Radar Kediri  - Kemunculan petisi batalkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 beredar luas di sosial media.

Hal ini tentu membuat heboh dunia Pendidikan. Bagaimana tidak, saat ini tengah berlangsung simulasi pelaksanaan TKA 2025.

Petisi tersebut dibuat pada 26 Oktober 2025 dan kini telah ditandatangani lebih dari 174 ribu orang dalam dua hari.

Seperti diketahui, TKA 2025 merupakan tes kemampuan akademik untuk jenjang SMA/MA, SMK/MAK, SMALB, hingga Paket C tinggal menghitung hari.

Namun kenyataannya, tidak semua siswa mendukung kebijakan baru ini. Terbukti, seorang siswa bernama Siswa Agit membuat petisi online berjudul "Batalkan Pelaksanaan TKA 2025" di Change.org.

6 Poin 6 Poin Penting Petisi Batalkan TKA 2025

1. Sistem yang Membingungkan

Sistem baru ini dinilai menambah tekanan pada kami siswa. Kurikulum Merdeka yang digunakan, pada akhirnya memberikan banyak sekali dampak negatif di sisi murid.

2. Pelaksanaan yang Mendadak

Pelaksanaan yang mendadak dinilai menyulitkan siswa untuk merasakan stabilitas dan kepastian atas pendidikan yang seharusnya memberi arah yang jelas.

Pengesahan yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang memadai untuk tingkat SMA, seakan-akan tidak ada pertimbangan serius terhadap dampak signifikan bagi kami para siswa.

3. Kisi-kisi yang Sulit Dipahami

Selain itu, penetapan kisi-kisi yang terlambat menyulitkan siswa dalam melakukan persiapan yang optimal. TKA untuk jenjang SMA pertama kali dikabarkan dan diresmikan pada 8 Juni 2025.

Peraturan ini diundangkan pada 3 Juni 2025 dan bertujuan untuk menjamin bahwa semua siswa, baik dari jalur formal, nonformal, maupun informal, memiliki kesempatan yang setara untuk dinilai secara objektif dan terstandar (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).

Dari 14 Juli hingga 3 November, para guru dan murid hanya memiliki waktu tersisa 112 hari alias sekitar 3,5 bulan.

4. Simulasi TKA yang Mepet

Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen bahkan baru memulai pelaksanaan Simulasi TKA Online untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK dan sederajat secara resmi pada tanggal 6 Oktober 2025.

5. Pembuatan Perkiraan Soal yang Tidak Akurat

Para guru bimbel memang sudah berusaha membuat perkiraan soal mulai dari bulan Juli setelah kisi-kisi dibagikan, tetapi perkiraan soal tersebut sama sekali tidak akurat.

Bahkan jika hanya dibandingkan dengan perkiraan soal dari Pusmendik.

Akibatnya, perkiraan soal baru dirancang kembali oleh para guru setelah Simulasi TKA Online pertama.

6. Cakupan Materi Terlalu Luas

Cakupan materi yang terlampau luas semakin memperburuk keadaan. Hal ini membuat kami sulit memperkirakan soal-soal yang mungkin muncul, dan ketidakjelasan tersebut hanya menambah beban mental yang kami rasakan.

Lebih parahnya, banyak sekolah yang tidak memberikan dukungan atau fasilitas yang memadai bagi murid kelas 12, yang sebenarnya sangat dibutuhkan di saat kritis seperti ini.

Dilihat dari pembelajaran selama kelas 10 dan 11 yang menggunakan Kurikulum Merdeka, jujur saja, banyak guru yang memanfaatkan kebebasan mengajar sebagai alasan untuk tidak mengajar.

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#TKA 2025 #tka #petisi batalkan TKA #Petisi Batalkan TKA 2025 #petisi