Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lirboyo Bersholawat, Kiai Kafabihi Ajak Santri Jaga Persatuan dan Tak Mudah Diadu Domba

Ayu Ismawati • Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:49 WIB

Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus (kiri) Habib Syehc bin Abdul Qodir Assegaf (tengah) dan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf memimpin salawat yang diiringi hujan gerimis
Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus (kiri) Habib Syehc bin Abdul Qodir Assegaf (tengah) dan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf memimpin salawat yang diiringi hujan gerimis

KOTA, JP Radar Kediri – Lapangan di barat Aula Al Muktamar Lirboyo, Senin malam (20/10), berubah menjadi lautan cahaya dan lantunan doa. Puluhan ribu santri tumpah ruah mengikuti acara Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Momen tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Santri 2025 dan ajang memperkuat ukhuwah di tengah santri.

Dalam kesempatan itu, Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah banyaknya cobaan bagi umat. “Hari Santri tahun ini kita dihadapkan pada berbagai tantangan. Karena itu, para santri harus tetap bersatu dan jangan mau diadu domba,” tegas Kiai Kafa di hadapan jamaah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kediri itu menyebut mengadu domba adalah dosa besar. Ia menyesalkan bila ada pihak-pihak yang sengaja memecah belah umat dan bangsa. “Semoga Indonesia dijadikan negara yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” ujarnya.

Selain menyerukan persatuan, Kiai Kafa juga menekankan pentingnya adab dan akhlakul karimah bagi santri. Menurutnya, hal itulah yang menjadi modal utama para santri diterima masyarakat. “Akhlak adalah kunci kemuliaan. Jabatan tanpa takwa tidak akan membawa kehormatan,” pesannya.

KHUSYUK: Puluhan ribu santri melantunkan salawat dalam acara Lirboyo Bersholawat yang digelar untuk memperingati Hari Santri pada Senin (20/10) malam.
KHUSYUK: Puluhan ribu santri melantunkan salawat dalam acara Lirboyo Bersholawat yang digelar untuk memperingati Hari Santri pada Senin (20/10) malam.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam acara itu menyampaikan apresiasi terhadap kiprah santri Lirboyo. Ia menyebut Lirboyo sebagai saka guru pendidikan bangsa, tempat lahirnya para tokoh yang berpengaruh di berbagai bidang. “Sebelum lahir pendidikan formal, para ulama dan santri sudah lebih dulu mendidik anak bangsa dengan nilai cinta tanah air,” ucapnya.

Khofifah juga mengajak seluruh santri dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem pesantren agar terus menjadi pusat pembentukan karakter bangsa. “Ayo kita jaga dan kuatkan bersama pesantren sebagai benteng moral bangsa,” ajaknya.

Acara yang dimulai sejak pukul 20.00 itu berlangsung khidmat dan penuh haru. Lautan santri bershalawat bersama hingga larut malam, menandai kebersamaan dan semangat juang para penjaga moral bangsa.(*)

Editor : Jauhar Yohanis
#Habib Syaikh #hari santri #lirboyo #bershalawat #Kafabihi Mahrus