JP Radar Kediri - Nama penerima bantuan sosial harus mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sehingga, nama penerima bansos PKH BPNT hingga BLT tergantung DTSN.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dengan Program penebalan, seperti PKH BPNT masih dicairkan secara bertahap kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Pencairan dilakukan secara bertahap sejak awal Juli 2025 melalui jaringan bank Himbara seperti BRI, BNI, BTN, dan Mandiri, serta melalui kantor pos untuk wilayah tertentu.
Jika kamu termasuk penerima, penting untuk segera mengecek jumlah bantuan yang diterima dan jadwal pencairannya di daerah masing-masing.
Bulan Oktober ini deretan bansos mulai dicairkan oleh pemerintah. Hal ini dipastikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menjelaskan bahwa BLT akan diberikan selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2025.
“Penyaluran dimulai hari Senin dan bisa langsung dicairkan sekaligus," ujar Teddy dalam keterangan resmi.
Sehingga masyarakat akan menerima total Rp900 ribu untuk tiga bulan, masing-masing Rp300 ribu per bulan. Teddy memastikan seluruh persiapan penyaluran sudah rampung, termasuk koordinasi dengan pihak bank Himbara dan kantor pos.
Untuk itu, KPM bisa melakukan cek status penerima lewat link resmi Kemensos yang telah disediakan.
Pemerintah menyalurkan program BLT Kesra tahun 2025 dianggarkan mencapai Rp30 triliun. Dana ini nantinya disalurkan untuk sekitar 45,46 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos.
Data penerima ditetapkan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Sebagai informasi, Program PKH akhir September ini memasuki fase susulan tahap ketiga dengan target sekitar 7,4 juta KPM.
Penyaluran dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung langsung ke rekening bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri) serta PT Pos Indonesia.
Penerima PKH wajib memenuhi komitmen tertentu seperti pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi anak, serta kehadiran sekolah minimal 80%.
Cara cek bansos Kemensos 2025
Untuk mengetahui sebagai penerima atau tidak, pertama, akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
Lalu, masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan
Masukkan pula nama penerima manfaat sesuai KTP. Kemudian isikan huruf kode yang tertera dalam kotak kode (captcha)
Klik tombol 'Cari Data'. Setelah itu, sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan.
Masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2025 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id. Berikut panduan selengkapnya.
Cek Nama Penerima Bansos Lewat DTSEN secara Online
1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store
2. Daftar dan login menggunakan NIK
3. Pilih menu Cek Bansos
4. Masukkan data domisili dan nama lengkap
5. Tekan “Cari Data” dan lihat hasilnya
6. Kamu juga bisa cek lewat situs web cekbansos.kemensos.go.id
7. Buka cekbansos.kemensos.go.id
8. Masukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP
9. Masukkan kode captcha
10. Klik “Cari Data”.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil