Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Direktur Produksi Trans 7 Kunjungi Ponpes Lirboyo, Hasil Ini yang Didapat  

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:12 WIB

 

Direktur Produksi Trans 7 Andi Chairil (kiri) bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim.
Direktur Produksi Trans 7 Andi Chairil (kiri) bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim.
 

JP Radar Kediri – Direktur Produksi Trans 7 Andi Chairil mengunjungi pondok pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri kemarin. Kedatangannya bertujuan meminta maaf atas tayangan program siaran terkait kehidupan pondok yang dinilai masyarakat mencederai santri dan pengasuhnya.

Untuk diketahui, tayangan yang menampilkan culture pondok pesantren itu memicu beragam respons dari masyarakat. Tayangan TV itu memuat potongan konten-konten media sosial dengan narasi yang menyudutkan khasanah pondok pesantren. Yang mana dalam tayangan itu juga terdapat kiai sepuh Ponpes Lirboyo KH Anwar Manshur.

KH Abdul Mu'id Shohib selaku pengasuh Ponpes Lirboyo membenarkan adanya kunjungan yang bertujuan untuk silaturahmi itu. “Dalam acara silaturahmi tadi pihak Trans 7 menyampaikan klarifikasi. Kami dalam posisi mendengarkan apa yang disampaikan,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Muid itu.

Selain menyampaikan klarifikasi, pihak Trans 7 juga mengajukan permohonan maaf kepada pihak ponpes. Khususnya kepada KH Anwar Manshur yang tercatut dalam tayangann video tersebut.

Ditanya terkait hasil pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu, Gus Muid enggan membeberkan secara detil. Itu karena yang berhak menjawab adalah pihak yang bersangkutan secara langsung.

KH Abdul Mu
KH Abdul Mu

“Hasil pertemuan hari ini akan kami sampaikan kepada masyayikh. Terkait diterima atau tidaknya permohonan maaf tersebut KH Anwar Manshur yang berhak memberikan jawaban,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Direktur Produksi Trans 7 Andi Chairil enggan memberikan komentar saat ditemui usai acara. “Sesuai kesepakatan, dari pihak Ponpes (Lirboyo) yang menyampaikan hasilnya,” kilah Andi.

Diberitakan sebelumnya, media sosial sempat diramaikan dengan tagar #BoikotTrans7. Perbincangan ini dari berbagai kalangan terutama daru kalangan santri dan masyarakat pesantren.

Gelombang protes ini muncul setelah Trans7 menayangkan salah satu episode program XPOSE dengan judul yang dianggap provokatif yakni “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?”

Cuplikan tayangan tersebut sontak memicu kemarahan publik. Kini tayangan itu tersebar luas di media sosial utamanya TikTok dan Instagram.

Konten tersebut dinilai telah melecehkan martabat kiai, santri, dan institusi pondok pesantren.

ga sebagai bentuk kritik sosial, namun narasi yang menyudutkan kehidupan santri dan pesantren melalui itu tidak berimbang serta berpotensi menimbulkan salah persepsi.

Publik menilai penyajian tayangan tersebut terlalu menyinggung ranah keagamaan.

Isi tayangan menimbulkan stereotip negatif terhadap dunia pesantren.

Konten tidak berimbang, karena menyoroti kehidupan pesantren secara sepihak dan tanpa konfirmasi langsung dari pihak terkait.

Isu ini juga menjadi sensitif karena sejak beberapa waktu terakhir, media sosial kerap memunculkan pemberitaan yang “menggoreng” isu santri atau pondok pesantren tanpa dasar yang jelas.

Sehingga atas tayangan itu, muncul reaksi keras dengan nenggunakan Tagar #BoikotTrans7 yang kini trending di berbagai platform.

Sementara di Instagram, akun “Santri Melawan” mengunggah video dengan tulisan tegas, “BOIKOT!!! Trans7 yang telah menghina kiai dan santri.

Desakan agar Trans7 bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi resmi kini bergema di media sosial.

Mereka menuntut permintaan maaf terbuka serta adanya etika media dalam mengangkat tema keagamaan.

Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai bahwa program semacam XPOSE bisa menjadi kritik sosial yang sah, asalkan disampaikan secara proporsional dan menghormati nilai-nilai agama. (*)

Editor : Mahfud
#trans 7 #lirboyo