JP Radar Kediri - Gubernur Banten Andra Soni kini tengah jadi sorotan publik usai keputusannya menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria.
Hal ini buntut aksi menampar siswa yang kedapatan merokok di area sekolah. Namun hal ini justru merembet dengan aksi ratusan murid yang mogok sekolah pada Senin (13/10/2025) .
Terkait hal itu Gubernur Andra Soni memastikan pihaknya sudah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk memproses penonaktifan Kepala SMAN 1 Cimarga.
" sedang kita proses untuk dinonaktif. Lebih jelasnya coba nanti ke Pak Sekda atau Dindik. Saya sudah perintahkan," ujar Andra pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Baca Juga: Viral Protes Kepsek Tampar Siswa Merokok, 630 Siswa SMAN 1 Cimarga Banten Mogok Sekolah
Sementara itu, Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah menilai kepala sekolah harus mampu menciptakan suasana nyaman dan kondusif bagi siswa.
"Saya minta segera dinonaktifkan. Nonaktifkan segera, sekarang juga! Tidak boleh tawar-tawar lagi," tegasnya.
Namun, Kritik deras justru terarah kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah.
Setelah pernyataan itu viral, akun Instagram @andrasoni12 dan @dimyati.natakusumah langsung digeruduk netizen.
Beberapa warganet menilai kebijakan tersebut justru memberi contoh buruk bagi dunia pendidikan.
Kronologi Guru tampar Siswa Karena merokok
Aksi ratusan murid SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang mogok sekolah pada Senin (13/10/2025) viral di media sosial.
Aksi mogok itu diduga dilakukan sebagai bentuk protes karena salah satu siswa ditampar kepala sekolah akibat ketahuan merokok.
“Aksi mogok sekolah dilakukan para siswa diduga sebagai bentuk protes karena salah satu siswa ditampar kepala sekolah akibat ketahuan merokok,” keterangan akun @feedgramindo
Selain aksi mogok, dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, juga terdapat spanduk bertulisan "kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan".
Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, mengatakan total ada sekitar 630 murid dari 19 kelas di sekolahnya yang tidak masuk pada Senin ini.
Baca Juga: Profil dan Harta Kekayaan Chairul Tanjung, Pemilik Trans7 dan Trans TV
Dini mengaku bahwa insiden terjadi tepat saat sekolah menggelar agenda bersih-bersih.
Ia menjelaskan, Jumat bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa.
Dari jarak sekitar 20-30 meter, ia melihat asap rokok di tangan anak itu. Menyikapi hal tersebut, dirinya dengan sigap memanggil yang bersangkutan untuk segera menghampirinya. Usai sempat kabur, siswa tersebut diketahui menghadap ke Kepsek SMAN 1 Cimarga untuk memberikan penjelasan.
Dalam pengakuannya, dirinya tidak mengaku mengisap rokok meski sudah ketahuan dengan mata kepala Dini sendiri. Merasa dibohongi, Kepsek SMAN 1 Cimarga itu dengan spontan langsung menampar yang bersangkutan.
“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi,” terangnya.
Usai insiden itu, Dini mengaku sudah berkomunikasi dengan Komite Sekolah dan juga orangtua murid. Namun, aksi mogok sekolah dipilih oleh para murid pada hari Senin ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil