JP Radar Kediri-Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendapat sambutan luar biasa. Hingga Senin (13/10), tercatat 109.818 calon peserta telah mengajukan lamaran melalui platform MagangHub.
Kemnaker mencatat, dari 1.217 lowongan magang yang tersedia, jumlah lamaran mencapai 275.097 aplikasi. Antusiasme yang tinggi ini bahkan sempat membuat sistem MagangHub tidak dapat diakses sementara waktu.
Namun, Kementerian memastikan platform tersebut kini sudah kembali normal. “Kami mohon maaf atas kendala teknis yang terjadi. Sistem sudah bisa diakses kembali, dan pendaftaran diperpanjang hingga 15 Oktober 2025,” tulis akun resmi @kemnaker di media sosial, Senin.
20 Ribu Peserta di Tahap Pertama
Dalam keterangan yang sama, Kemnaker menyebut bahwa pada tahap pertama, sebanyak 20 ribu peserta akan diterima untuk mengikuti program magang ini. Adapun kick off Batch Pertama dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2025.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru serta memperkuat keterampilan tenaga kerja muda sebelum masuk ke dunia industri.
Target 100 Ribu Peserta pada 2026
Tak berhenti di tahun ini, Kemnaker menargetkan program serupa akan berlanjut pada 2026 dengan total peserta mencapai 100 ribu.
Program pemagangan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Peserta akan ditempatkan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, teknologi, hingga pelayanan publik.
Kemnaker juga menegaskan bahwa program ini bersifat non-profit dan difokuskan pada peningkatan kompetensi lulusan baru.
Dengan tingginya minat dan dukungan dari berbagai pihak, program magang nasional ini diproyeksikan menjadi salah satu terobosan penting dalam mencetak tenaga kerja muda yang siap bersaing di pasar global.
Editor : Jauhar Yohanis