Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Alasan Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh : Jangan Ke Kita Lagi Kita Lagi

Shinta Nurma Ababil • Senin, 13 Oktober 2025 | 20:43 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

JP Radar Kediri - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengaku ogah jika APBN ikut menanggung utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Diketahui sebelumnya, Danantara Indonesia mengusulkan dua skema penyelesaian utang KCIC kepada Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dimana salah satu solusi yang diusulkan adalah agar pemerintah ikut menanggung sebagian utang proyek KCJB alias Whoosh.

COO Danantara Dony Oskaria itu mengusulkan agar nantinya infrastruktur KCIC diserahkan kepada pemerintah. Dengan begitu, KCIC akan mengubah model bisnis menjadi operator tanpa kepemilikan infrastruktur atau Asset Light.

 Baca Juga: Menkeu Purbaya Buka Suara, Gaji PNS 2025 Masih Sesuai PP 5 Tahun 2024! Segini Nominalnya per Golongan Terkini

Di sisi lain, Dony juga sempat memastikan bahwa kerugian yang dialami oleh PT KAI disebabkan oleh membengkaknya utang Whoosh. Inilah yang akan segera diselesaikan.

Bahkan, ia memastikan persoalan yang tengah dihadapi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu telah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Tahun 2025.

Apa Alasan Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh?

Alasannya penolakan Menkeu Purbaya menanggung bayar utang Whoosh lantaran saat ini PT KCIC yang berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.

Sehingga dalam hal ini, Purbaya menyoroti soal dividen yang sudah dikelola Danantara, bukan lagi oleh Kemenkeu.

"KCIC di bawah Danantara kan. Kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp 80 triliun atau lebih” Purbaya dalam Media Gathering di Bogor, Jawa Barat, dikutip Minggu (12/10) dikutip dari Jawapos.

 Baca Juga: Woww, Biji Berkecambah untuk Burung Kenari, Dijamin Sehat dan Cepat Gacor. Begini Cara Membuatnya

Lebih lanjut, bendahara negara menilai tidak semua hal-hal yang tidak enak harus ditanggung pemerintah.

“Harusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi, karena kalau enggak, ya, semuanya ke kita lagi, termasuk dividennya,"tambahnya.

Ia menegaskan bahwa proyek kereta cepat dapat diselesaikan langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Meski begitu, Purbaya mengaku dirinya belum diajak diskusi langsung oleh manajemen Danantara terkait permintaan untuk APBN mengelola utang Whoosh.

"Saya belum dihubungi untuk masalah itu sih. Nanti begitu ada, saya kasih tau updatenya seperti apa," tukas Purbaya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa #Menkeu Purbaya #Utang Kereta Cepat Whoosh #kereta cepat