Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih cepat dalam waktu dekat. Ia menepis anggapan bahwa kondisi ekonomi nasional sedang lesu. “Prospek ekonomi kita enggak sejelek yang diceritakan orang-orang waktu itu. Kita akan tumbuh makin cepat,” ujar Purbaya kepad wartawan usai bicara di Investor Daily Summit 2025.
Purbaya mengatakan likuiditas di pasar keuangan meningkat, sementara suku bunga menurun—dua indikator yang menurutnya menunjukkan kebijakan pemerintah mulai berdampak. “Kita menambah likuiditas di pasar dan menurunkan bunga agar ekonomi bergerak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menjelaskan kebijakan penempatan dana pemerintah di sejumlah Bank Daerah seperti Bank DKI dan Bank Jatim. Ia menyebut langkah itu untuk memastikan dana publik tetap aman. “Backing mereka kuat, jadi uang saya enggak akan hilang,” ujarnya.
Soal sektor swasta, Purbaya mengakui belum menjadi prioritas. Namun, ia menilai aliran dana pemerintah pada akhirnya akan menyebar ke seluruh sistem perbankan dan memperkuat likuiditas nasional.
Menanggapi isu penerapan pajak untuk marketplace mulai dulu direncanakan pada Februari 2024, Purbaya menepis kabar tersebut. Ia menegaskan kebijakan itu baru akan dijalankan jika ekonomi benar-benar pulih. “Kalau ekonominya tumbuh 6 persen atau lebih baru saya pertimbangkan,” katanya.
Purbaya juga menyinggung soal program magang lulusan baru. Menurutnya, pemerintah menyiapkan insentif bertahap mulai dari 20.000 orang. Bila masih kurang ditambah lagi 20 ribu, hingga total 100.000 peserta magang. Program itu ditujukan untuk melatih tenaga kerja muda agar lebih siap bersaing di dunia kerja. “Ini untuk melatih mereka agar lebih terekspos dengan pekerjaan lapangan,” ucapnya.
Terkait pemotongan APBD di sejumlah daerah, Purbaya menilai langkah itu diambil karena banyak anggaran tidak tepat sasaran. Ia membuka kemungkinan pengembalian dana bila kinerja pemerintah daerah membaik hingga triwulan II tahun depan. “Kalau mereka bagus, saya akan kembalikan,” ujarnya.
Editor : Jauhar Yohanis