Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tim SAR Merayap 3 Jam di Bawah Beton Evakuasi Santri Ponpes Al Khoziny

Jauhar Yohanis • Kamis, 2 Oktober 2025 | 20:23 WIB

Tim SAR harus merangkak saat evakuasi korban bangunan runtuk di Al Khoziny Sidoarjo (30/9/22025)
Tim SAR harus merangkak saat evakuasi korban bangunan runtuk di Al Khoziny Sidoarjo (30/9/22025)

SIDOARJO JP Radar Kediri– Proses evakuasi santri yang tertimbun reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, berlangsung dramatis. Tim SAR gabungan harus membuat galian sempit dan merayap hingga tiga jam di bawah beton untuk bisa menjangkau lokasi korban.

Di lansir dari Antara, Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo menjelaskan, metode itu terpaksa dipilih karena struktur bangunan yang rapuh tidak memungkinkan penggunaan alat berat.
“Diameter galian hanya 60 sentimeter dengan kedalaman 80 sentimeter. Petugas harus merayap dalam posisi tengkurap selama tiga jam setiap shift untuk mencapai titik korban,” ungkap Yudhi, Kamis (2/10).

Upaya penuh risiko itu membuahkan hasil. Hingga Rabu (1/10) malam, tujuh korban tambahan berhasil dievakuasi. Dengan begitu, total sudah 18 santri ditemukan sejak hari pertama operasi pencarian.

Dari tujuh korban terbaru, lima berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke RSUD Notopuro untuk mendapat perawatan medis. Mereka adalah Haikal Muhammad Wahyudi, Al Fatih, Putra, dan Rosi. Sementara dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan masih dalam proses identifikasi.

Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, serta relawan. Meski begitu, Yudhi mengingatkan bahwa upaya evakuasi masih penuh tantangan.
“Setiap getaran berisiko memicu runtuhan tambahan. Karena itu kami mengutamakan kehati-hatian agar korban maupun petugas tetap selamat,” tegasnya.

 

Editor : Jauhar Yohanis
#basarnas #sidoarjo #evakuasi #Al Khoziny