Maman Imanulhaq Prihatin Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Minta Pemerintah Tanggung Jawab
Jauhar Yohanis• Kamis, 2 Oktober 2025 | 20:10 WIB
Reruntuhan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo (30/9/2025)
JawaPos.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menyampaikan duka mendalam atas tragedi runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa.
Maman mendorong agar seluruh korban segera mendapat pertolongan, termasuk pendampingan bagi keluarga yang kehilangan anak. “Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga korban serta civitas pesantren. Yang wafat semoga diampuni, dan yang terluka segera pulih,” ujar Maman kepada wartawan, Kamis (2/10).
Politikus PKB itu menegaskan, ambruknya bangunan bukan semata tanggung jawab pengelola pesantren, melainkan juga pemerintah pusat dan daerah. “Kementerian Agama harus mendata pesantren yang membutuhkan tambahan infrastruktur. Kalau kapasitas sudah berlebih, maka pemerintah wajib memfasilitasi pembangunan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar Pemda aktif mendampingi setiap proses pembangunan di lingkungan pesantren. Sebab, banyak yang dilakukan secara swadaya tanpa memperhatikan standar teknis. “Pembangunan di pesantren adalah tanggung jawab bersama: pengasuh, pemerintah, dan masyarakat. Pesantren sudah terbukti berkontribusi besar melahirkan SDM unggul, baik dalam agama maupun ilmu pengetahuan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, insiden nahas di Ponpes Al Khoziny terjadi pada Senin (29/9) saat proses pengecoran lantai empat. Saat salat Ashar berjemaah berlangsung, pondasi diduga tidak mampu menahan beban hingga roboh ke lantai dasar.
Berdasarkan data sementara, 107 orang berhasil dievakuasi. Lima di antaranya meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dikhawatirkan tertimbun reruntuhan.
Maman menambahkan, perhatian pemerintah tidak boleh berhenti di tahap evakuasi. Dukungan pemulihan, termasuk trauma healing bagi korban dan keluarga, sangat dibutuhkan. “Bantuan psikologis akan sangat berarti, terutama bagi orang tua yang kehilangan anak,” pungkasnya. (*)