JP Radar Kediri - Presiden Prabowo Subianto telah kembali dari kunjungan kerja luar negeri, Sabtu (27/9).
Usai kembalinya itu, Presiden RI menegaskan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk membahas insiden keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah.
Meski sebelumnya berada di luar negeri, Prabowo mengaku sudah memantau perkembangan kasus tersebut.
Menurutnya, masalah ini tidak bisa dianggap sepele dan harus ditangani serius oleh pemerintah.
Disamping itu, Prabowo juga mengingatkan semua pihak agar tidak mempolitisasi insiden keracunan MBG. Ia menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan mulia, yakni memberikan asupan gizi layak bagi anak-anak yang masih kesulitan mendapatkan makanan sehat.
“Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Banyak yang hanya makan nasi dengan garam, dan ini yang harus kita atasi,” tegasnya.
Namun, Prabowo meyakini bahwa semua masalah yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG bakal terselesaikan.
"Ini masalah (program) besar jadi pasti ada kekurangan dalam awal. Tapi, saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik ya,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan jajarannya untuk menyelidiki rentetan kasus keracunan MBG.
Tim Bareskrim bersama kepolisian daerah melakukan pemeriksaan dapur penyedia makanan dan menelusuri jalur distribusi untuk menemukan penyebab keracunan.
Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga ikut memantau kasus ini.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran MBG harus transparan dan tepat sasaran, terlebih setelah BGN mengajukan tambahan dana sebesar Rp28 triliun untuk memperluas program.
Editor : Shinta Nurma Ababil