Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kuantum Bisa Deteksi Penyakit 10 Tahun ke Depan, Penemu Teknologi 4G Khoirul Anwar Teliti Pengembangan 6G

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 23 September 2025 | 22:11 WIB
Pakar Coding dan Telekomunikasi Indonesia Khoirul Anwar.
Pakar Coding dan Telekomunikasi Indonesia Khoirul Anwar.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pakar Coding dan Telekomunikasi Indonesia Khoirul Anwar berkunjung ke SMA 2 Kediri, kemarin.

Pria asal Kunjang, Kabupaten Kediri yang sukses menemukan teknologi jaringan seluler generasi keempat (4G) itu ganti mengenalkan teknologi kuantum.

Di depan para guru, siswa, dan alumni SMAN 2 Kota Kediri (Smada), Khoirul yang juga alumni Smada itu mengenalkan teknologi kuantum kepada para juniornya.

“Boleh saya bilang Smada sebagai SMA pertama yang mendapat materi kuantum. Ini ilmu baru dan belum banyak diajarkan. Bahkan untuk S1 di beberapa kampus besar juga belum diajarkan,” kata Khoirul.

Lebih jauh Khoirul mengatakan, ke depan teknologi kuantum juga diusulkan untuk diajarkan di wilayah ASEAN.

Teknologi yang terkait dengan sistem keamanan itu menurut dosen Telkom University Bandung, Jawa Barat itu sangat penting.

“(Teknologi) kuantum ini dibagi menjadi tiga jenis. Ada kuantum komputer, kuantum komunikasi, dan kuantum sensing,” kata Khoirul ditemui usai memaparkan salah satu temuannya itu di SMada.

Fungsi teknologi kuantum menurutnya juga beragam. Dia mencontohkan kuantum komputer yang digunakan untuk membuat komputer kuantum.

Kemudian kuantum komunikasi untuk membuat telekomunikasi kuantum yang terkait dengan keamanan. Selanjutnya, kuantum sensing yang sangat membantu dunia kedokteran dan pertahanan.

“Teknologi kuantum bisa membantu mendeteksi penyakit yang muncul pada diri seseorang 10 tahun ke depan,” ungkap Khoirul sembari menyebut di bidang pertahanan bisa mendeteksi musuh yang terbang di udara maupun bersembunyi di hutan lebat.

“Kuantum ini juga memiliki kekurangan yaitu tidak tahan panas dan tidak tahan medan magnet. Jadi dalam implementasinya nanti harus ada pelindungnya agar bisa bekerja dengan maksimal,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Teknologi kuantum, lanjut Khoirul, juga disiapkan untuk teknologi jaringan seluler generasi keenam (6G).

Meski demikian, diakuinya masih butuh eksperimen lanjutan agar bisa mendapat kualitas yang terbaik.

“Era 5G sudah selesai di 2020 dan sekarang para ilmuwan, peneliti seluruh dunia, industri sedang mengembangkan 6G untuk dikomersialkan di tahun 2030. Standar akan keluar pada awal 2028. Frekuensi akan dirilis di dunia akhir tahun 2027,” beber pria yang lama berkiprah dalam bidang penelitian di Jepang itu.

Khoirul berharap Indonesia bisa seperti Jepang. Yaitu bisa menggunakan teknologi 6G sebelum tahun 2030.

Hal tersebut karena penggunaan 6G tidak terlalu rumit. Tinggal menambahkan komponen untuk kuantum kriptografi. Nantinya 6G juga akan diterapkan di daerah 3T.

“Karena saya alumni Smada dan besar di Kediri. Saya ingin ketika rilis 6G nanti Kediri menjadi salah satu yang bisa menikmatinya di awal-awal,” bebernya berharap siswa SMA bisa berkontribusi dalam pengembangan teknologi 6G, 7G, 8G, dan seterusnya agar generasi emas 2045 bisa tercapai.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kuantum #6G #teknologi 4g #khoirul anwar