JP Radar Kediri - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana belakangan ini jadi sorotan usai disebut meminta air galon untuk mandi.
Dalam kunjungan ke Labuan Bajo, Widiyanti disebut meminta agar disiapkan air galon. bukan untuk diminum, melainkan untuk dipakai mandi. Isu ini mencuat usai diunggah oleh akun @makassar.info.
Hal ini sontak menuai kritik keras dari warganet. Publik menilai permintaan itu kurang peka terhadap kondisi daerah yang dikunjungi, yang kerap kesulitan air bersih.
Kritikan juga datang dari kalangan aktris, Prilly Latuconsina. Dalam komentarnya, ia menyinggung cara Menpar memahami pariwisata Indonesia.
Baca Juga: Tax Amnesty Itu Apa? Program Yang Ditolak Menkeu Purbaya
Bagi Prilly, pejabat pariwisata semestinya tidak hanya mengandalkan paparan data dan acara seremonial.
“Bu Menteri, pernah enggak sih ngerasain langsung serunya nyemplung di danau, trekking hutan, atau diving bareng peneliti karang? Soalnya pariwisata itu bukan cuma soal data dan laporan, tapi soal rasa dan pengalaman. Biar tahu rasanya jadi traveler di negeri sendiri, bukan sekadar pemaparan di podium dan promosinya cuma jadi jargon,” tulis Prilly Latuconsina , dikutip Minggu (21/9/2025).
Menurutnya, merasakan langsung pengalaman wisata di daerah menjadi kunci agar kebijakan pariwisata lebih membumi. Hal tersebut menunjukkan adanya jarak antara pejabat dengan realitas pengalaman wisata di lapangan.
“Kalau enggak ikut ngerasain langsung, bagaimana bisa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan turis? Bagaimana bisa mempromosikan destinasi dengan tulus kalau belum pernah merasakan denyut hidup di tempat itu?” ujar Prilly Latuconsina.
Baca Juga: Cara Cek DTSEN Penerima Bansos PKH BPNT September, Ini Penyebab Lamanya Pencairan!
Sebelumnya, ia juga menuai cibiran publik terkait gaya pidatonya yang dianggap buruk.
Menpar disebut kerap terbata-bata, gugup, dan terlalu bergantung pada teks pidato. Gaya berbicara dalam bahasa Inggrisnya yang juga kurang lancar juga memperkuat kritik publik terhadapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil