Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kronologi Lengkap Keracunan Massal Garut! 194 Pelajar Tumbang Usai Santap Menu Program MBG

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 18 September 2025 | 21:43 WIB
Sebanyak 194 pelajar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan.
Sebanyak 194 pelajar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan.

JP Radar Kediri - Sebanyak 194 pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian ini berlangsung pada Rabu (17/9/2025) dan sebagian besar siswa berasal dari Kecamatan Kadungora. Dari jumlah tersebut, 177 siswa mengalami gejala ringan, sementara 19 lainnya harus mendapat perawatan intensif di Puskesmas Kadungora.

Kronologi Kejadian
Insiden bermula usai para siswa mengonsumsi menu MBG yang dikelola dapur SPPG Yayasan Al Bayyinah 2 Garut, Desa Karangmulya. Menu yang disajikan antara lain nasi putih, ayam woku, tempe orek, lalapan sayur, dan stroberi.

Tak lama setelah menyantap makanan, sejumlah pelajar mengeluhkan mual, muntah, serta pusing pada Selasa (16/9) sore. Kondisi tersebut berlanjut hingga esok harinya sehingga belasan siswa terpaksa dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Menurut Kepala Seksi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo, 19 pelajar yang membutuhkan penanganan intensif terdiri dari 12 siswa MA Maarif Cilageni, 3 siswa SMP Siti Aisyah, 1 siswa SMA Siti Aisyah, dan 3 siswa SDN 2 Mandalasari.

Baca Juga: CPNS 2026 Bakal Dibuka, Catat Persyaratan Terbaru dan Dokumen Wajibnya!

Langkah Polisi dan Medis
Polisi telah turun langsung ke lokasi kejadian dengan melakukan pendataan korban, memeriksa saksi, serta mengirimkan sampel makanan dan muntahan korban ke laboratorium. “Kami juga menghimpun bahan keterangan tambahan untuk memastikan jumlah korban dan mencari tahu penyebab pasti,” jelas Adi.

Pihak sekolah mengungkapkan sebagian siswa tetap masuk kelas meski dalam kondisi lemah. Kepala SMA Siti Aisyah, Hari Triputuharja, mengatakan sedikitnya 30 siswa di sekolahnya terdampak, dengan empat di antaranya harus mendapat perawatan di puskesmas.

Respons Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, meninjau langsung para pelajar yang tengah menjalani perawatan. Ia menyebut 15 siswa dari SMA Maarif Kadungora dan SMA Siti Aisyah mendapat penanganan medis lebih lanjut.

“Alhamdulillah kondisi mereka sudah membaik, meski sebelumnya mengeluhkan sakit perut, pusing, dan lemas,” ujarnya. Pemkab Garut memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung.

Baca Juga: Baru 11 Persen! Program Cek Kesehatan Gratis Pelajar di Kota Kediri Masih Jalan Lambat

Investigasi Penyebab
Dinas Kesehatan Garut telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan. Namun, hasil laboratorium belum bisa dipastikan. “Ada indikasi kontaminasi, tetapi belum bisa dipastikan penyebab pastinya,” kata Wakil Bupati Putri.

Kepala Bidang P2P Dinkes Garut, Asep Surachman, menambahkan pihaknya juga menyiapkan formulir daring untuk mendata kemungkinan adanya tambahan korban.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#keracunan mbg #Menu MBG