JP Radar Kediri - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letjen (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang baru, Rabu (17/9). Ia menggantikan Budi Gunawan yang dicopot setelah gelombang desakan dari publik.
Djamari Chaniago bukan sosok asing di dunia militer dan politik nasional. Pria kelahiran 8 April 1949 ini merupakan lulusan Akademi ABRI 1971 yang mengawali karier di satuan Infanteri Kostrad. Namanya tercatat sebagai salah satu prajurit yang ikut terjun dalam Operasi Seroja di Timor Leste tahun 1975.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo Jilid II, Mahfud MD Dikabarkan Isi Kursi Menko Polkam
Kariernya terus menanjak hingga akhirnya menduduki kursi strategis di militer. Tak hanya itu, Djamari juga sempat masuk ke dunia politik. Pada era Orde Baru, ia tercatat sebagai anggota parlemen melalui Fraksi ABRI untuk utusan daerah Jawa Barat. Setelah pensiun pada 2004, ia masih dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Semen Padang pada 2015–2016.
Kini, setelah aktif sebagai politisi Partai Gerindra, Djamari kembali ke lingkar kekuasaan dengan jabatan strategis. Penunjukan dirinya dinilai sebagai langkah strategis Presiden Prabowo untuk memperkuat stabilitas politik dan keamanan, terutama pasca gelombang aksi unjuk rasa akhir Agustus hingga awal September 2025.
Baca Juga: Erick Thohir Resmi Jabat Menpora, Tak Lagi Menteri BUMN!
Sebagai Menko Polkam, Djamari akan menghadapi tugas berat: menjaga ketertiban publik, mengawal stabilitas politik, hingga memastikan koordinasi keamanan nasional berjalan baik. Tantangan besar ini akan menjadi ujian bagi kiprah panjangnya di militer sekaligus dunia politik.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira