JP Radar Kediri - Arah reshuffle di tubuh Polri kian terang. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Oktober 2025 mendatang.
Bocoran itu diungkapkan pengamat politik dan militer, Selamat Ginting, lewat pernyataan video pendek yang beredar di kanal Nusa Update, Jumat (12/9).
“Oktober sudah pasti kena reshuffle,” ujar Ginting, menyinggung lemahnya kendali Kapolri atas situasi di lapangan.
Menurut dia, kendali Polri di bawah Listyo Sigit kian longgar. Hal itu terlihat dari maraknya aksi demonstrasi yang berujung ricuh hingga jatuh korban jiwa. “Kalau benar bisa dikendalikan, tentu tidak akan sebesar kemarin,” ucap Ginting.
Fenomena coretan “ACAB” (All Cops Are Bastards) di ruang publik juga disebutnya sebagai tanda citra kepolisian berada di titik nadir. “Polisi kini tidak lagi dianggap pelindung, tapi ancaman,” tegasnya.
Baca Juga: Baru 56 Tahun, Ini Alasan Kapolri Listyo Sigit Disebut Diganti Meski Pensiun Masih Lama
Dua Nama Pengganti Mengemuka
Jika Listyo benar dicopot, Istana disebut telah menyiapkan dua nama jenderal bintang tiga sebagai calon pengganti. Salah satunya bahkan baru saja menyandang pangkat komisaris jenderal. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden maupun DPR.
Desakan dari Publik
Tekanan untuk mengganti Listyo tak hanya datang dari pengamat. Lebih dari seratus organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil juga mendesak Presiden Prabowo segera mencopot Kapolri.
Pemicunya adalah tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan, driver ojek online yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demo di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Baca Juga: Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Kandidat Kuat Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Ketua YLBHI Muhammad Isnur menilai peristiwa itu mencerminkan kegagalan sistemik dalam menangani aspirasi rakyat. “Penyelesaian masalah tidak cukup dengan jalur etik. Harus ada pertanggungjawaban pidana, baik di tingkat Kapolri maupun Presiden,” tegasnya.
Dalam sikap resminya, koalisi menilai Polri di bawah Listyo gagal melakukan reformasi internal dan tetap menggunakan pendekatan represif. “Presiden harus segera mencopot Jenderal Listyo Sigit atau Kapolri mundur secara sukarela,” tulis pernyataan itu.
Jejak Listyo di Polri
Listyo Sigit dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo, menggantikan Jenderal (Purn) Idham Azis. Penunjukannya kala itu disebut sebagai langkah terobosan, karena menyingkirkan lima angkatan di atasnya.
Namun, situasi belakangan membuat posisinya kian terpojok. Kerusuhan yang pecah di sejumlah kota, menelan sedikitnya 10 korban jiwa, menjadi ujian terberat dalam masa kepemimpinannya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira