Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menkeu Purbaya Bentuk Trio Akselerasi Pembangunan, Siapa Saja Mereka?

Ilmidza Amalia Nadzira • Sabtu, 13 September 2025 | 14:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

JP Radar Kediri - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa langsung tancap gas setelah resmi masuk Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia menginisiasi pembentukan tim khusus bernama Trio Akselerasi Program Pembangunan yang beranggotakan tiga menteri strategis.

Selain dirinya, tim ini juga akan diisi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi serta Hilirisasi Rosan Roeslani. Tugas utama tim adalah mempercepat realisasi program pembangunan Presiden Prabowo yang selama ini kerap tersendat.

“Trio ini dibentuk supaya seluruh program pemerintah berjalan lebih efektif. Kami akan memastikan setiap anggaran terserap optimal,” terang Purbaya usai rapat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (12/9).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siap Rombak RAPBN 2026 Peninggalan Sri Mulyani! Anggaran Daerah Naik, Defisit Berubah

Langkah awal yang disiapkan yakni mengoptimalkan belanja negara agar tidak lagi lambat. Purbaya menilai, pada kuartal III 2025 ekonomi sedikit lesu akibat realisasi belanja yang tersendat. Ia optimistis mulai Oktober hingga akhir tahun, arah perekonomian bisa berbalik positif.

“Tidak boleh ada dana yang menganggur. Semua anggaran harus dipakai seefektif mungkin. Jadi tidak ada lagi sisa anggaran lebih (SAL) seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Salah satu strategi nyata adalah memindahkan dana pemerintah yang sebelumnya parkir di Bank Indonesia (BI) ke bank umum. Total Rp200 triliun ditempatkan dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah.

Kelima bank itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Masing-masing BRI, BNI, dan Mandiri mendapat Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.

Baca Juga: Berapa Gaji Pensiunan PNS Usai Menkeu Purbaya Ganti Sri Mulyani? Ini Rincian Terbaru per Golongan

Menurut Purbaya, penempatan dana ini bertujuan mendorong pertumbuhan kredit sehingga perbankan bisa lebih agresif menyalurkan pembiayaan ke sektor riil. Dampaknya, kegiatan ekonomi masyarakat diharapkan bergairah.

Aturan lengkap penempatan dana tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara dalam Rangka Pengelolaan Kelebihan dan Kekurangan Kas untuk Mendukung Pelaksanaan Program Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi. Beleid ini resmi berlaku mulai 12 September 2025.

“Anggaran bisa digeser ke sektor yang lebih siap. Kalau ada proyek bagus tapi jalannya macet, akan kita dorong supaya cepat selesai,” imbuhnya.

Dengan berbagai jurus baru ini, Menkeu Purbaya yakin pembangunan di era Presiden Prabowo bisa melaju lebih cepat. Publik kini menunggu bagaimana “trio akselerasi” ini bekerja dalam beberapa bulan ke depan.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Menkeu Purbaya #Purbaya Yudhi Sadewa