JP Radar Kediri - Perombakan susunan menteri di Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (9/9) menuai perhatian publik.
Beberapa pihak sempat berspekulasi bahwa reshuffle ini dilakukan untuk “menghapus” menteri-menteri yang menjabat pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tegas membantah isu tersebut.
“Enggak ada, enggak ada,” tegas Pras, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menegaskan, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden untuk menunjuk putra-putri terbaik bangsa. “Enggak ada orang siapa, orang siapa, itu semua putra terbaik bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dalam reshuffle kali ini, Presiden Prabowo memberhentikan Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan dan Dito Ariotedjo dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga.
Kedua menteri tersebut memang sempat menjabat pada periode kedua pemerintahan Jokowi, namun kini digantikan sesuai kebutuhan kabinet baru.
Baca Juga: Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa! Optimalkan Sistem Sri Mulyani Tanpa Merombak Kebijakan Fiskal
Sebagai pengganti Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan. Sementara pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo belum diumumkan secara resmi.
Presiden juga melantik beberapa pejabat baru lainnya, antara lain Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah beserta Wakilnya Dahnil Azhar, serta Muktaruddin sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Pras menegaskan, reshuffle bukan soal mengganti menteri lama dengan yang baru secara asal, melainkan untuk menempatkan figur-figur terbaik yang mampu menjalankan amanah negara. Menurutnya, hal ini justru memperkuat kinerja kabinet dan memastikan program pemerintahan berjalan efektif.
Seluruh proses pengangkatan dan pemberhentian menteri mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 2024–2029.
Dengan klarifikasi ini, Mensesneg berharap publik tidak salah menafsirkan reshuffle sebagai upaya “menghapus” menteri era Jokowi. Ia menekankan bahwa perubahan susunan kabinet adalah bagian dari strategi presiden untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dinamis dan responsif.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira