JP Radar Kediri - Kabar gembira datang untuk dunia pendidikan. Pemerintah menetapkan anggaran pendidikan tahun 2026 mencapai Rp 757,8 triliun. Angka ini naik hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 690 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, kenaikan anggaran ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk terus menjaga porsi belanja pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN. “Ini amanat konstitusi dan sudah menjadi kesepakatan dengan DPR,” ujarnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Gelontorkan Rp6 Juta untuk Pensiunan PNS, Tapi Hanya Kategori Ini yang Dapat
Dana pendidikan 2026 diarahkan untuk tiga kelompok utama siswa dan mahasiswa, tenaga pendidik, serta sarana-prasarana pendidikan.
Untuk siswa dan mahasiswa, pemerintah menyiapkan Rp 301,2 triliun. Dana itu digunakan untuk berbagai program, di antaranya:
-
KIP Kuliah dan Bidikmisi Rp 17,2 triliun untuk 1,2 juta mahasiswa.
-
Program Indonesia Pintar Rp 15,5 triliun bagi 21,1 juta siswa SD-SMA.
-
Beasiswa LPDP Rp 25 triliun untuk 4.000 mahasiswa dan riset.
-
Program Makan Bergizi Gratis Rp 223 triliun untuk 82,9 juta penerima manfaat.
Tak hanya murid, kesejahteraan guru juga jadi perhatian. Anggaran untuk guru dan tenaga kependidikan mencapai Rp 274,7 triliun. Rinciannya:
-
Tunjangan Profesi Guru Non-PNS Rp 19,2 triliun untuk 754 ribu guru.
-
Tunjangan Dosen Non-PNS Rp 3,2 triliun untuk 80 ribu dosen.
-
TPG ASN Daerah Rp 69 triliun untuk 1,6 juta guru.
-
Gaji dan tunjangan lain Rp 120,3 triliun.
“Bahkan guru non-PNS pun tetap dibayarkan tunjangan profesinya oleh APBN,” jelas Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani Resmi Tambah Tunjangan Daya Tahan Tubuh untuk PNS, Nominal Berbeda Setiap Provinsi
Untuk sarana-prasarana pendidikan, pemerintah menggelontorkan Rp 150,1 triliun. Dana ini dipakai untuk:
-
Sekolah Rakyat Rp 24,9 triliun.
-
BOS Rp 64,3 triliun bagi 53,6 juta siswa.
-
PAUD Rp 5,1 triliun untuk 7,7 juta anak.
-
Renovasi sekolah dan madrasah Rp 22,5 triliun.
-
Sekolah Unggulan Garuda Rp 3 triliun.
Selain itu, ada pula transfer ke daerah senilai Rp 253,4 triliun untuk tunjangan guru, biaya operasional sekolah, hingga PAUD.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira