Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Brimob Tangkap Intel TNI Diduga Jadi Biang Kerusuhan Demo DPR Pekan Lalu, Begini Kata Kapuspen TNI

Shinta Nurma Ababil • Sabtu, 6 September 2025 | 19:30 WIB
Demo di gedung DPR
Demo di gedung DPR

JP Radar Kediri - Media sosial belakangan ini kembali tertuju pada aksi yang sempat menuai sorotan di tengah kerusuhan demo pekan lalu. Dimana seorang perwira menengah (pamen) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI ditangkap brimob.

Dalam video yang beredar, dinarasikan bahwa perwira BAIS ditangkap oleh polisi diduga sebagai provokator kerusuhan adalah Mayor SS.

Terkait hal ini, mabes TNI dengan tegas membantah narasi tersebut.

Pada Jumat (5/9), Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengungkap kronologi dan percakapan antara Mayor SS dengan personel Brimob Polri yang menghampirinya saat bertugas pada Kamis pekan lalu (28/8).

Dia menyebutkan bahwa SS bersama 4 anggotanya memonitor aksi massa hingga bentrok pecah sekitar pukul 15.25-17.05 WIB di bawah Fly Over Slipi.

Kemudian pukul 17.05 hjngga dengan 22.00 WIB, masa selanjutnya dapat dipukul mundur oleh pasukan Brimob menuju Jalan Raya Pejompongan.

Pukul 22.00 sampai dengan 22.30 WIB, masa yang dipukul mundur terbagi dua kekuatan sampai pertigaan Pejompongan dan Benhil.

Tidak sampai di situ, Freddy mengungkapkan bahwa pada pukul 22.30-23.15 WIB, personel Brimob Polri yang berhasil memukul mundur massa di Benhil bergeser dan memperkuat pasukan Brimob Polri di Pejompongan.

SS dan 4 anggotanya pun berpindah mengikuti pergerakan pasukan Brimob Polri, ikut bergerak ke arah Pejompongan.

Pukul 23.25 WIB, Mayor SS dan rekannya memonitor unjuk rasa di area pom bensin. Namun Mayor SS dan rekannya berbagi jarak di area pom bensin sekitar 50 meter dan terpisah karena adanya asap gas air mata,” jelasnya.

Saat terpisah dengan anak buahnya, SS yang duduk di atas sepeda motor di pom bensin didatangi oleh personel Brimob. Mereka kemudian menarik SS dan hingga mendekat ke arah kendaraan taktis (rantis).

Di situ terjadi percakapan antara SS dengan pimpinan personel Brimob yang menariknya. SS, kata Freddy, sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah personel TNI.

Ada percakapan dari rekan Brimob dan Mayor SS. Percakapan itu yaitu, dari tertua Brimob menyampaikan, 'kamu itu ikut-ikutan demo?' dengan nada suara tinggi. Kemudian dijawab, 'saya tidak ikut demo pak'. Lanjut, 'kamu ngapain kamu di sini kalau tidak ikut demo?'. ‘Maaf bapak, saya lagi menjalankan tugas,' disampaikan oleh Mayor SS seperti itu,” jelas Freddy.

Percakapan pun berlanjut. Pimpinan personel Brimob menanyakan asal dan tempat SS bertugas. Dijelaskan oleh SS bahwa dia berdinas di BAIS TNI.

Lantaran belum yakin, personel Brimob itu meminta SS menunjukkan identitasnya sebagai personel BAIS dan menanyakan pangkat yang bersangkutan. Dijawab oleh SS bahwa dirinya berpangkat mayor.

Dan yang tertua dari Brimob melihat surat tugas personel BAIS tersebut, kemudian memerintahkan untuk mengambil dokumen, berfoto dengan yang tertua dari Brimob. Kemudian menyampaikan, 'siapa yang tertua di kelompokmu?' ’Yang tertua di kelompok, saya pak'. Selanjutnya personel BAIS tersebut dilepas dari pegangan,” beber Freddy.

Percakapan itu pun berakhir dengan penjelasan dari SS. Bahwa dirinya sejak awal selalu berada di belakang pasukan Brimob. Mereka berjabat tangan dan percakapan pun selesai. Karena itu, Freddy tegas membantah narasi yang menyebut SS ditangkap oleh polisi dan disebut sebagai provokator kerusuhan. Sebab, saat itu dia sedang bertugas.

Jadi, itu kronologis yang terjadi. Setelah itu yang muncul adalah, itu tadi yang saya sampaikan bukan hanya framing negatif ya. Tapi, itu framing yang syarat dengan kebencian karena langsung judulnya BAIS provokator, BAIS ditangkap Polri,” ujarnya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#brimob #viral #tni #demo #Viral media sosial