Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

4 September Demo Mahasiswa dan Buruh Mengepung DPR & Istana, Ini 17+8 Tuntutan yang Bikin Geger

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 4 September 2025 | 13:30 WIB
Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

JP Radar Kediri - Gelombang demonstrasi di ibu kota kembali memanas. Setelah aksi besar akhir Agustus yang memakan korban jiwa, kini mahasiswa dan buruh bersiap turun lagi ke jalan pada Kamis (4/9/2025). Berbagai organisasi sudah mengumumkan lokasi dan agenda aksi, mulai dari depan DPR, Patung Kuda, hingga Istana Negara.

Pada Rabu (3/9) siang, tiga Wakil Ketua DPR RI—Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB), dan Saan Mustofa (Nasdem) menggelar pertemuan dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan serta sejumlah organisasi mahasiswa lain.

Pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR, atau yang lebih dikenal sebagai Gedung Kura-Kura.

Suasana terlihat tegang namun kondusif. Mahasiswa datang mengenakan almamater masing-masing kampus. Di tengah ruangan hanya tersedia satu mikrofon yang digunakan bergantian untuk menyampaikan aspirasi.

Pertemuan ini menjadi lanjutan dari rangkaian aksi mahasiswa yang menyoroti tunjangan jumbo anggota DPR RI dan menilai kinerja legislatif jauh dari harapan rakyat. Hingga pukul 14.50 WIB, pertemuan masih berlangsung.

Aksi Gebrak: 14 Tuntutan, 5 Jadi Prioritas

Besok Kamis, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) memastikan akan menggelar aksi besar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat. Mereka menyiapkan 14 tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan lima poin prioritas.

Lima tuntutan utama tersebut yakni:

1. Hentikan tindakan represif aparat terhadap demonstran.

2. Bebaskan seluruh demonstran yang masih ditahan sejak aksi sepekan terakhir.

3. Turunkan tarif pajak rakyat.

4. Turunkan harga sembako yang kian melambung di pasaran.

5. Segera sahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.

Aksi Kamisan: Hitamkan Istana

Selain Gebrak, aksi Kamisan juga tetap berlangsung pada Kamis (4/9) sore. Massa akan berkumpul dengan dresscode hitam mulai pukul 15.00 WIB di depan Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Sebelum itu, peserta aksi akan berkumpul pukul 10.00 WIB di depan Kantor ILO, lalu bergerak menuju Bundaran Patung Kuda sebelum akhirnya menuju Istana. Aksi juga akan disiarkan langsung lewat kanal YouTube Jakartanicus.

Ada lima tuntutan utama yang disuarakan dalam Kamisan kali ini:

Hentikan brutalitas aparat dan praktik militerisme.

Bebaskan semua peserta aksi dan aktivis demokrasi.

Usut tuntas kasus pembunuhan dan penghilangan paksa.

Cabut kebijakan anti-rakyat dan pajak mencekik.

Potong anggaran pejabat dan Polri untuk kesejahteraan rakyat.

Dari Jakarta ke Daerah

Aksi serupa juga terjadi di Palu. Kamisan di Kota Palu sudah memasuki gelaran ke-67 dengan tema “September Hitam”. Aksi akan digelar Kamis sore di depan DPRD Sulteng mulai pukul 15.00 WITA. Massa akan hadir dengan pakaian serba hitam sebagai simbol duka atas gugurnya korban demonstrasi pada 28–31 Agustus lalu.

17+8 Tuntutan Rakyat: Deadline 5 September

Selain aksi jalanan, desakan publik juga ramai di media sosial. Sejak Minggu (31/8/2025), beredar seruan 17+8 Tuntutan Rakyat yang ditujukan kepada pemerintah dan DPR RI. Deadline dipatok pada Jumat (5/9/2025).

Isi tuntutannya mencakup isu demokrasi, HAM, hingga kesejahteraan rakyat. Beberapa di antaranya:

Bentuk tim investigasi independen kasus tewasnya Affan Kurniawan, Umar Amarudin, dan korban lain dalam demo Agustus.

Hentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, kembalikan TNI ke barak.

Bebaskan seluruh demonstran tanpa kriminalisasi.

Tangkap dan adili aparat yang melakukan kekerasan.

Batalkan kenaikan gaji dan tunjangan DPR, serta publikasikan anggaran mereka secara transparan.

Selidiki harta anggota DPR oleh KPK.

Dorong partai politik memberi sanksi pada kader yang tidak etis.

Pastikan upah layak untuk guru, nakes, buruh, hingga mitra ojol.

Ambil langkah darurat cegah PHK massal.

Prabowo Justru ke China

Di tengah gelombang protes ini, Presiden Prabowo Subianto justru sedang berada di China memenuhi undangan resmi Presiden Xi Jinping. Prabowo berangkat pada Selasa (2/9) malam melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Situasi ini menambah panas suasana, mengingat H-2 deadline 17+8 Tuntutan Rakyat, kepala negara justru berada di luar negeri.

Dengan padatnya jadwal aksi, Jakarta diprediksi kembali jadi pusat perhatian nasional. Aksi mahasiswa, buruh, hingga masyarakat sipil menandai gelombang perlawanan baru yang menyoroti isu tunjangan DPR, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta praktik kekerasan aparat di lapangan.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#demo ricuh #Demo Jakarta hari ini #Demo DPR 2025