Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Jam Richard Mille hingga Piano, Barang Rumah Ahmad Sahroni yang Dijarah Mulai Dikembalikan

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 2 September 2025 | 18:58 WIB
Sejumlah warga justru memilih mengembalikan barang-barang yang sempat mereka ambil.
Sejumlah warga justru memilih mengembalikan barang-barang yang sempat mereka ambil.

JP Radar Kediri - Aksi massa pada akhir pekan lalu (30–31/8/2025) meninggalkan jejak heboh di Ibu Kota. Gelombang kemarahan warga meluas hingga rumah sejumlah pejabat menjadi sasaran amukan dan penjarahan.

Mulai dari kediaman anggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach, bahkan hingga rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani, tak luput dari amukan massa.

Namun, ada pemandangan tak biasa pascaaksi brutal itu. Sejumlah warga justru memilih mengembalikan barang-barang yang sempat mereka ambil. Fenomena ini menjadi sorotan publik karena dianggap sebagai langkah positif menuju pemulihan sosial.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS dari Sri Mulyani Tak Kunjung Cair 1 September, Ini Dua Penyebab Utamanya

Salah satu kisah paling mencolok datang dari rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok. Seorang remaja berinisial IM (14) ikut terprovokasi dalam kerumunan dan membawa pulang jam tangan Richard Mille RM 40-01 McLaren Speedtail yang nilainya ditaksir mencapai Rp11,7 miliar.

Menyadari mahalnya barang tersebut, sang ibu kemudian menyerahkan kembali jam tangan itu kepada pihak keluarga Sahroni pada Minggu (31/8) sore.

Proses pengembalian dilakukan di Musala Al-Mutaalim, disaksikan tokoh masyarakat setempat.

Tak hanya itu, ada pula warga lain yang mengembalikan tas mewah milik istri Sahroni berisi uang tunai Rp5 juta serta sejumlah dokumen penting.

Baca Juga: Beda Sikap Istri Ahmad Sahroni dan Uya Kuya Usai Rumah Dijarah Massa, Jadi Sorotan Publik

Ketua RW 06 Kebon Bawang, Sugeng Riyanto, menjelaskan pihaknya turut menandatangani surat penyerahan resmi sebagai saksi.

“Kami mengimbau siapa pun warga yang sempat mengambil barang saat kerusuhan agar segera mengembalikannya melalui kantor RW,” tegas Sugeng.

Dari laporan warga, barang-barang yang sempat dijarah dari rumah Sahroni bukan hanya jam tangan miliaran rupiah. Ada pula tas branded Hermes dan Louis Vuitton, piano besar, action figure ukuran manusia, figurine F1, TV, MacBook, sepatu Air Jordan, PS5, brankas, hingga kulkas. Bahkan dokumen pribadi seperti ijazah, sertifikat tanah, dan SKCK juga ikut raib.

Saat peristiwa penjarahan berlangsung, Ahmad Sahroni diketahui tidak berada di rumah. Hingga kini, pihak kelurahan dan RW setempat masih mengimbau warga lain yang menyimpan barang hasil jarahan untuk segera menyerahkannya kembali.

Gelombang pengembalian barang-barang hasil penjarahan itu menimbulkan reaksi beragam di tengah masyarakat. Sebagian menilai aksi warga sebagai bentuk penyesalan, sebagian lain melihatnya sebagai langkah bijak untuk mengembalikan ketertiban pasca kerusuhan.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#ahmad sahroni #Rumah Ahmad Sahroni Dijarah #Jam Tangan Ahmad Sahroni Dikembalikan