JP Radar Kediri - Amarah politikus Nasdem Ahmad Sahroni benar-benar meledak. Rumah pribadinya di kawasan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8) sore digeruduk ratusan massa. Dalam hitungan menit, kediaman mewah itu luluh lantak. Gerbang depan roboh, kaca jendela pecah, hingga sebuah mobil mewah di garasi pun rusak parah.
Tak berhenti di situ, massa juga menjarah barang-barang berharga milik Sahroni. Perhiasan, uang tunai, hingga dokumen penting raib. Bahkan ijazah pendidikan milik Sahroni yang disimpan di brankas konon ikut hilang. Situasi ini membuat pria yang akrab dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok” itu murka bukan main.
Informasi yang dihimpun Radar Kediri menyebutkan, rumah dalam keadaan kosong saat penyerangan terjadi. Sahroni dan keluarganya sedang berada di luar kota. Kondisi ini dimanfaatkan massa untuk merusak rumah hingga menjarah isi di dalamnya.
“Gerbang depan dirusak, kaca jendela dilempari, barang-barang mewah dijarah, bahkan mobil pun hancur,” ungkap salah seorang saksi mata di lokasi. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa tertegun melihat aksi brutal massa.
Tak lama setelah mendapat kabar, Sahroni langsung melampiaskan kekecewaannya melalui media sosial. Dengan nada marah, ia memaki: “Bebedah kalian!”. Belum reda emosinya, Sahroni kembali menuliskan kata kasar lain: “Goblok!”.
Makian itu dilontarkan sebagai respons atas unggahan seorang warganet yang menuding penyerangan ke rumahnya hanyalah rekayasa politik. Dalam unggahan tersebut, akun itu menyebut Sahroni sengaja “mengorbankan rumahnya” demi mengalihkan isu.
Sontak, tudingan tersebut membuat Sahroni makin kalap. “Goblok! Teori tolol konspirasi mana lagi ini. Lu gak tau apa yang hilang dan hancur itu bukan cuma soal nominal, tapi juga sejarah dan perjuangan. Udah jelas siapa dalangnya!” tulis Sahroni.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bakal membongkar siapa aktor besar di balik insiden ini. “Awas kalian, semakin hancurkan nama baikku, kubongkar semua!!”
Dalam unggahan berikutnya, Sahroni mengaku kebingungan menghadapi situasi ini. Ia merasa dikhianati oleh banyak pihak, termasuk orang-orang terdekat.
“Bingung, ga ada yang bisa dipercaya sekarang. Ya rekan seprofesi, kawan perjuangan, sampai warga sendiri. TAI LAH!” tulisnya dengan nada frustrasi.
Ungkapan tersebut menggambarkan betapa rapuhnya kondisi psikologis Sahroni pasca rumahnya dihancurkan. Publik menilai, peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi karier politik Sahroni yang belakangan memang sedang meredup.
Beberapa bulan terakhir, nama Sahroni memang kerap jadi sorotan. Ia baru saja dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR dan dipindahkan hanya sebagai anggota Komisi I. Posisi strategis yang hilang membuat langkah politiknya banyak dipertanyakan.
Kini, musibah yang menimpa rumahnya semakin menambah daftar masalah yang harus dihadapinya. Selain kerugian materi yang tidak sedikit, reputasi politiknya pun kian berada di ujung tanduk.
Hingga Minggu (31/8), aparat kepolisian masih menyelidiki siapa dalang di balik serangan brutal ini. Sejumlah saksi sudah diperiksa, namun pihak berwenang belum mau berspekulasi terkait motif penyerangan.
Sementara itu, Sahroni terus melontarkan kemarahannya di media sosial. Ia bersumpah akan melawan balik siapa pun yang mencoba menghancurkan dirinya.
“Ini bukan sekadar rumah, tapi simbol perjuangan hidup saya. Kalian sudah keterlaluan!” tegas Sahroni.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira