JP Radar Kediri - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kinerja DPR yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan publik.
Pernyataan ini disampaikan di tengah gelombang kritik dan aksi demonstrasi yang belakangan marak, menyoroti kinerja parlemen hingga tunjangan anggota dewan.
“Atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR RI, kami meminta maaf apabila belum sepenuhnya dapat menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat. DPR RI akan terus berbenah dalam mendengar aspirasi rakyat,” ujar Puan dalam keterangan resminya, Jumat (29/8).
Komitmen Perubahan
Puan menegaskan, DPR berkomitmen membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, gotong royong dan dialog sehat adalah kunci dalam membangun bangsa. “Menjadi komitmen kami untuk terus membuka ruang komunikasi yang sehat, dalam bergotong royong membangun bangsa dan negara,” tambahnya.
Baca Juga: Fakta- Fakta Demo Ricuh di Makassar, Kantor DPRD Terbakar dan 3 Orang Tewas Mengenaskan
Tragedi Jadi Pengingat
Puan juga menyinggung peristiwa tragis yang mewarnai aksi demonstrasi belakangan ini, termasuk tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan saat kericuhan di depan Gedung DPR RI. Ia berharap insiden memilukan itu menjadi pelajaran bersama agar tidak kembali terulang.
“Kita bersama harus selalu mawas diri, harus selalu bekerja keras, dan harus selalu berdoa agar ke depan insiden dan tragedi seperti ini tidak terjadi kembali dan tidak pernah terjadi lagi,” tegasnya.
Respons atas Gelombang Demo
Dalam beberapa pekan terakhir, DPR RI menjadi sorotan tajam. Gelombang demonstrasi terjadi di sejumlah daerah, tidak hanya memprotes kebijakan dan kinerja, tetapi juga menuntut transparansi penggunaan anggaran dan fasilitas dewan. Puan menilai momentum ini harus dijadikan pengingat bagi DPR untuk memperbaiki diri.
Harapan ke Depan
Pernyataan Puan sekaligus menandai komitmen lembaga legislatif untuk merespons lebih serius suara rakyat. Publik kini menanti langkah konkret DPR dalam memperbaiki kinerja, terutama terkait transparansi, efektivitas legislasi, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira