JP Radar Kediri - Aksi demonstrasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam (28/8/2025), berujung tragedi. Kericuhan yang bermula dari aksi solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online di Jakarta berubah menjadi amuk massa.
Sejumlah fasilitas publik dirusak, gedung pemerintahan dibakar, dan tiga orang dinyatakan tewas mengenaskan.
Dari Orasi ke Kericuhan
Sejak sore, ribuan massa berkumpul di depan Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan AP Pettarani. Awalnya aksi berlangsung dengan orasi dan membakar ban bekas.
Namun situasi berubah panas ketika massa mulai mengadang mobil kontainer yang dijadikan panggung orasi dan melempari batu ke arah aparat.
Baca Juga: Bukan Ikut Demo, Ojol Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Antar Makanan Customer
Kericuhan kemudian meluas. Pos polisi di persimpangan Jalan AP Pettarani–Sultan Alauddin dibakar. Massa juga merangsek ke kantor DPRD Kota Makassar. Pagar dirusak, enam sepeda motor dan satu mobil hangus terbakar.
Tak berhenti di situ, massa masuk ke gedung DPRD dan melakukan pembakaran di area parkir. Sekitar pukul 22.40 WITA, api merambat ke gedung utama. Asap tebal membubung tinggi, diiringi ledakan dari dalam gedung.
Gedung Pemerintahan Diserang
Tak hanya DPRD Kota, massa juga melampiaskan amarah ke Kantor DPRD Provinsi Sulsel. Pos jaga dibakar, bom molotov dilemparkan, dan beberapa kendaraan dinas ikut terbakar. Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel pun tak luput dari sasaran. Api membakar mobil di area parkir sekitar pukul 22.25 WITA. Suasana mencekam melanda sejumlah titik di Makassar.
Baca Juga: Kondisi Moh Umar Amarudin, Ojol Korban Demo Ricuh di Petamburan, Masih Kritis di RS Pelni?
Tiga Nyawa Melayang
Tragedi paling memilukan terjadi di dalam gedung DPRD Makassar. Tiga orang tewas dalam insiden tersebut.
-
Abay, fotografer Humas DPRD, ditemukan tewas dengan tubuh hangus terbakar, diduga karena terjebak asap pekat.
-
Sarinawati (26), staf salah satu anggota DPRD, juga ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar.
-
Syaiful Anwar (43), Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah, tewas setelah melompat dari lantai empat gedung DPRD. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
Kabar ini langsung memicu duka mendalam, baik di lingkungan DPRD maupun masyarakat luas.
Pemicu Aksi
Kerusuhan di Makassar ini dipicu oleh dua hal. Pertama, aksi solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang diduga terlindas mobil taktis Brimob di Jakarta.
Kedua, penolakan atas kenaikan tunjangan anggota DPR yang memicu kemarahan publik. Kedua isu itu menyulut massa hingga akhirnya berubah menjadi kerusuhan besar yang memporak-porandakan fasilitas kota.
Baca Juga: Kericuhan Demo 28 Agustus di DPR RI, Pengemudi Ojol Tewas dan Satu Kritis Terlindas Rantis Brimob
Publik Menuntut Transparansi
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Namun desakan dari masyarakat terus berdatangan. Publik meminta aparat bertindak tegas terhadap pelaku perusakan dan pembakaran, sekaligus menjamin transparansi dalam mengusut korban jiwa.
Kericuhan yang berakhir tragis di Makassar ini menjadi catatan kelam dalam rangkaian aksi unjuk rasa akhir Agustus 2025. Tak hanya meninggalkan bangunan yang rusak, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga korban.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira