JP Radar Kediri-Persiapan penerbangan internasional di Bandara Dhoho terus dikebut. Selain melengkapi sarana dan prasarana (sarpras), mereka juga menyiapkan kelengkapan lainnya. Termasuk mengajukan penambahan ketinggian ruang udara Kediri ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi mengatakan, sebelumnya Pemkab Kediri menggelar rapat dengan sejumlah instansi. Mulai imigrasi, balai karantina, bea cukai, dan beberapa isntansi lainnya. Membahas pembagian kerja untuk persiapan penerbangan internasional.
“Intinya pembagian kerja serta untuk meminta kesiapan para pihak terkait,” ungkap Sukadi.
Salah satu yang menjadi bahasan rapat, lanjut Sukadi, adalah pengajuan izin ke Kemenhan. Yakni, terkait izin ruang udara agar bisa digunakan untuk penerbangan internasional.
Secara domestik, khususnya rute Kediri-Jakarta dan rute Kediri -Balikpapan memang sudah ada izin. Namun, untuk penerbangan internasional dibutuhkan izin atau pemberitahuan. Sebab, ke depan akan ada banyak pesawat dari luar negeri yang akan keluar-masuk wilayah ruang udara Kediri.
“Dengan adanya izin (dari Kemenhan) diharapkan ada sinergitas jadwal ya. Misalnya mau ada latihan terbang (militer) itu sudah klir. Agar tidak ada tabrakan jadwal dengan penerbangan di Bandara Dhoho,” terangnya sembari menyebut yang akan mengirim surat ke Kemenhan adalah Pemprov Jatim. Selain dikirim ke Kemenhan, surat juga ditembuskan ke Lanud Iswahyudi Madiun.
penerbangaBaca Juga: Fraksi Nasdem Kabupaten Kediri Dorong Bandara Dhoho Buka Penerbangan Internasional
Seperti diberitakan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengeluarkan izin penerbangan internasional di Bandara Dhoho pada 11 Agustus lalu. Kementerian perhubungan juga memberi izin penerbangan langsung dari dan ke luar negeri lewat Bandara Dhoho.
Menindaklanjuti izin itu, manajemen Bandara Dhoho melakukan serangkaian persiapan. Terutama pemenuhan sarpras dan sejumlah administrasi untuk membuka penerbangan internasional yang ditarget bisa selesai akhir September nanti.
Jika semua persyaratan penerbangan internasional bisa selesai sesuai target, penerbangan umrah dan haji yang rencananya dimulai 2026 nanti akan mulus. Apalagi Badan Penyelenggara Haji sudah melakukan survei dan menyatakan sarpras di Bandara Dhoho dianggap memadai. (*)
Editor : Mahfud