JP Radar Kediri – Pihak Polisi telah menangkap pelaku yang diduga otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) BRI, Muhammad Ilham Pradipta yakni Dwi Hartono.
Sebelum DH, polisi sudah mengamankan empat tersangka penculikan berinisial AT, RAH, RW, dan RS. Tiga tersangka ditangkap di Jakarta Pusat, sedangkan satu ditangkap ketika tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat melarikan diri.
Polisi kemudian menciduk empat orang berinisial C, DH, YJ, dan AA yang diduga menjadi dalang dalam aksi tersebut. DH, YJ, dan AA ditangkap saat berada di Solo, Jawa Tengah, sedangkan C ditangkap di PIK, Jakarta Utara.
Baca Juga: Siapa Dalang Pembunuhan Kacab BRI? Ini Profil Dwi Hartono
Profil dan Rekam Jejak Dwi Hartono
DH atau Dwi Hartono diketahui merupakan seorang influencer dan motivator yang aktif di Instagram dengan akun @klanhartono dan YouTube dengan nama akun yang sama.
Di akun YouTube-nya, Dwi Hartono kerap membagikan tips sukses ala dia. Beberapa videonya yang populer seperti “9 ide bisnis online tanpa modal”, “cara sukses sebelum usia 30”, dan masih banyak lainnya.
Sejak membuka YouTube pada 2016 lalu, Dwi Hartono telah mempunyai 169 ribu subscribers. 128 video yang telah diunggahnya pun telah mendapatkan 4,9 juta views.
Namanya cukup populer berkat kiprahnya sebagai pengusaha dengan gaya hidup mencolok.
Baca Juga: Aksi Demo Berakhir Ricuh, Begini Tanggapan Anggota DPR!
Salah satunya, dirinya dikenal memiliki bisnis mencakup sektor perkebunan, perdagangan, hingga mengembangkan sebuah platform pendidikan digital bernama Guruku.
Dwi juga disebut sebagai pengusaha muda yang telah meraih kesuksesan dalam mengembangkan berbagai bidang usaha di Pulau Jawa.
Lahir pada 6 Oktober 1985, Dwi Hartono ternyata asal Lahat, Sumatera Selatan.
Sejak masih kuliah pada 2006, Dwi mulai merintis usaha kecil-kecilan seperti warung internet, persewaan PS2, kafe, hingga warteg.
Hingga kemudian pada tahun 2012 usahanya tiba-tiba bangkrut dan membuatnya berutang hingga miliaran rupiah. Namun ia bangkit hingga bisa membeli properti senilai Rp5 miliar.
Dwi Hartono juga mendirikan yayasan dengan nama Hartono Foundation pada 2015. Yayasan ini berfokus pada pendidikan dan kesehatan termasuk memberi beasiswa penuh pada korban kekerasan seksual. Sejak 2016, ia juga membantu pembangunan di kampung halamannya di Rimbo Bujang.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Dwi Hartono pernah mengunggah keputusannya untuk melanjutkan pendidikan di tingkat S2 di salah satu universitas negeri.
Namun, citra positif yang selama ini melekat pada dirinya berubah drastis usai keterlibatannya dalam kematian Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil