JP Radar Kediri - Misteri kematian Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, mulai terungkap.
Hasil autopsi Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang kuat pada tubuh korban.
Kepala RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, mengatakan luka yang ditemukan diduga akibat hantaman benda tumpul.
Luka itu terlihat jelas di bagian dada dan leher korban. “Ditemukan tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban. Luka-lukanya ada di dada dan leher, akibat benda tumpul,” ungkap Prima, Jumat (22/8).
Baca Juga: Pelaku Penculikan Kacab BRI Ternyata Debt Collector, Istri Sempat Terima Uang Rp 8 Juta
Lebih lanjut, hasil visum mengungkap penyebab utama kematian korban adalah kekurangan oksigen.
Hal ini dipicu tekanan keras pada tulang leher dan dada, yang membuat korban kesulitan bernapas.
“Ada kemungkinan korban ditekan pada bagian leher dan dada, sehingga mengalami asfiksia,” imbuhnya.
Meski begitu, pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah ada racun di dalam tubuh korban. Sampel sudah dikirim untuk pemeriksaan toksikologi, dan hasilnya baru bisa diketahui dalam sepekan.
Baca Juga: 8 Fakta Terbaru Penculikan Kacab BRI! Diculik di Pasar Rebo, Ditemukan Tewas Terikat di Bekasi
DICULIK SEBELUM DITEMUKAN TEWAS
Kasus ini bermula dari penculikan yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur.
Berdasarkan keterangan polisi, Ilham diduga diculik dengan cara dipaksa masuk ke mobil.
Beberapa hari kemudian, jenazahnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Saat ditemukan, tangan dan kaki korban terikat, sedangkan mulut serta mata dilakban.
Kepolisian sudah mengamankan empat pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penculikan, masing-masing berinisial AT, RS, RAH, dan RW. Namun, keempatnya disebut bukan eksekutor pembunuhan.
“Saat ini kami masih memburu pelaku utama pembunuhan dan terus mendalami motif di balik kasus ini,” ujar Kanit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Charles Bagaisar.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira