JP Radar Kediri - Kasus penculikan yang menimpa Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, semakin terang. Empat orang yang diduga sebagai pelaku ternyata dikenal warga sekitar sebagai debt collector.
Keempatnya berinisial AT, RS, RAH, dan RW. Tiga di antaranya, yakni AT, RS, dan RAH, dibekuk aparat di sebuah rumah kontrakan berwarna merah jambu di Jalan Johar Baru III Nomor 42, Jakarta Pusat. “Iya, katanya debt collector,” ungkap Sella (43), Ketua RT setempat, Sabtu (23/8).
Sella mengaku cukup kaget saat mengetahui warganya ditangkap polisi. Sebab, selama dua bulan tinggal di lingkungan tersebut, salah satu pelaku dikenal cukup ramah. “Makanya saya kaget kalau sampai ada penangkapan,” ucapnya.
Baca Juga: 8 Fakta Terbaru Penculikan Kacab BRI! Diculik di Pasar Rebo, Ditemukan Tewas Terikat di Bekasi
Ia menambahkan, istri salah satu pelaku sempat bercerita baru menerima uang Rp 8 juta pada Kamis pagi (21/8).
Namun, uang itu kemudian disita polisi saat penggerebekan. “Katanya pagi-pagi baru dikasih uang Rp 8 juta. Pas polisi datang langsung ditanya, ‘mana uangnya?’ terus disita,” tuturnya.
Hal itu dibenarkan Ketua RW setempat, Rizal (54) yang juga suami Sella. Menurutnya, istri pelaku tidak mengetahui asal-usul uang tersebut.
“Entah dapat dari mana, masih simpang siur. Istrinya juga bilang nggak tahu. Biar pihak kepolisian yang mendalami,” jelasnya.
Kasus penculikan ini sempat menggegerkan publik setelah rekaman CCTV memperlihatkan aksi pelaku saat menyeret korban di area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Meski korban berusaha melawan, ia tetap tak berdaya dan akhirnya dibawa kabur menggunakan mobil putih.
Baca Juga: Tangis Pilu Istri Kacab BRI Korban Penculikan : Kami Ingin Tahu Siapa Otaknya, Kenapa Suami Saya?
Sehari kemudian, jasad Ilham ditemukan di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, dengan kondisi mengenaskan. Tubuh korban penuh luka lebam, tangan dan kaki terikat, bahkan matanya dilakban.
Kasat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, menegaskan empat pelaku yang sudah diamankan adalah eksekutor penculikan, bukan pembunuhan.
“Saat ini pelaku pembunuhan masih dalam pengejaran. Kasusnya masih terus didalami,” terangnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira