JP Radar Kediri – Jumlah penonton Film animasi Merah Putih: One for All terbilang sedikit. Dari sepekan penayangannya, Film animasi ini telah mengumpulkan lebih dari 2.000 penonton sejak rilis perdana pada 14 Agustus 2025.
Film yang menuai banyak kritik itu tercatat mendapatkan 2.341 penonton, tercatat di laman Cinepoint.
Beberapa bioskop terpantau sudah tak menayangkan film Merah Putih:One for All. Jika benar sudah turun layar, film itu berarti mengumpulkan 2.341 penonton dalam 153 showtimes di enam hari penayangan. Film tersebut juga sempat diputar di jaringan bioskop Sam's Studio.
Sementara rating yang didapat adalah 1,0 di situs Internet Movie Database (IMDb). Ini merupakan rating terendah dari skala terbaik 10, di situs daring penyedia informasi film dan acara televisi global tersebut.
Merah Putih: One for All merupakan film yang digarap Endiarto bersama Bintang Takari. Sebelumnya, film ini menuai sorotan terkait berbagai aspek, mulai dari kualitas hingga detail visual.
Baca Juga: Jumlah Penonton Film Merah Putih: One for All dalam Sepekan, Capai 2.341 dengan Rating 1,0 IMDb
Meski jumlah penontonnya terbilang sangat kecil, sang sutradara, Endiarto, justru mengumumkan rencana untuk membuat sekuel yang akan hadir setiap tahun pada momen HUT Kemerdekaan RI.
Melalui Youtube Richard Lee, ia menyebut bahwa Merah Putih One for All akan hadir setiap 17 Agustus
"Kan tadi udah saya bilang, setiap tahun, 17 Agustus pasti muncul Merah Putih One for All," ujar Endiarto di, dikutip Senin 18 Agustus 2025.
Reaksi Warganet
Langkah nekat sang sutradara untuk merilis sekuel tiap tahun ini kembali menuai banyak kritik.
Salah satunya kritik hadir dari konten kreator asal Surabaya, Stanley Hao, yang menilai keputusan tersebut tidak mempertimbangkan respons penonton.
Baca Juga: Alasan Demo Pati 25 Agustus Batal, Begini Penjelasan Aliansi Masyarakat!
Menurut Stanley, Endiarto tidak belajar dari kesalahan. Banyaknya kekurangan dari karyanya tersebut seharusnya menjadi pembelajaran bukan justru mengulang formula yang sama.
Sebagian besar netizen bahkan melihat banyak kejanggalan saat menonton trailer Merah Putih: One for All yang dirilis beberapa pekan sebelum tayang di layar lebar.
Kejanggalan itu ditemukan dari berbagai elemen yang muncul di trailer, mulai dari tampilan para karakter, penggambaran latar, hingga keselarasan audio.
Beberapa netizen juga mempersoalkan ketelitian tim produksi selama mengerjakan Merah Putih: One for All setelah mendapati banyak bagian yang tampak tidak dikerjakan dengan optimal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil