Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kasus Raya jadi Sarang Cacing Gegerkan Sukabumi, Bupati Bantah Lalai, Gubernur Tegur Keras

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:43 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi adanya bocah balita yang meninggal dunia karena tubuhnya dipenuhi cacing.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi adanya bocah balita yang meninggal dunia karena tubuhnya dipenuhi cacing.

JP Radar Kediri - Kasus meninggalnya Raya, balita berusia 4 tahun asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar.

Bocah malang itu mengembuskan napas terakhir pada 22 Juli 2025, setelah tubuhnya dipenuhi parasit cacing.

Video kondisi Raya sempat viral di media sosial, memperlihatkan bagaimana cacing-cacing dikeluarkan dari tubuhnya, bahkan disebutkan masih ada telur dan larva yang bersarang di dalam.

Kasus ini pun langsung mendapat sorotan luas. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahkan turun tangan memberikan teguran keras kepada Bupati Sukabumi Asep Japar.

Dedi menekankan agar kepala daerah tidak boleh pasif menunggu instruksi dari provinsi, melainkan harus cepat bertindak ketika ada warganya yang mengalami kondisi darurat, terutama terkait kesehatan masyarakat miskin.

Baca Juga: Bocah Sukabumi Tewas Tubuh Dipenuhi Cacing, Ini Sanksi yang Diberikan Gubernur Dedi Mulyadi kepada Pihak Desa

Menanggapi kritik tersebut, Asep Japar akhirnya buka suara. Ia membantah tudingan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi lalai dalam mendampingi Raya.

“Saya ingin meluruskan bahwa pemerintah daerah itu tidak lalai. Pemerintah hadir saat kejadian dan sebelumnya juga sudah melakukan pendampingan,” tegas Asep, Kamis (21/8).

Menurut Asep, selama ini Raya sudah beberapa kali mendapat bantuan kesehatan. Mulai dari pemberian obat cacing secara rutin melalui layanan Posyandu, hingga pemeriksaan di Puskesmas yang biasanya diantar oleh neneknya.

Tak hanya itu, bidan desa juga disebut aktif mendampingi dan memberikan pelayanan medis kepada Raya. “Bahwa kita dalam kejadian ini tidak diam. Bidan hadir memberikan pelayanan medis, jadi bukan seolah-olah pemerintah abai. Pemerintah hadir,” jelasnya.

Asep menambahkan, keluarga Raya memiliki kedekatan dengan kepala desa setempat. Bahkan masih ada hubungan kekerabatan. Menurutnya, hal ini menandakan bahwa pengawasan sebenarnya tidak terputus sama sekali.

Meski begitu, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah mulai camat, lurah, hingga RT/RW untuk lebih serius melayani masyarakat. “Saya nanti bertindak jika ada yang tidak membantu masyarakat, apalagi masyarakat miskin,” tandasnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sarankan Hewan Ini, Bukan Ular Seperti Langkah Lucky Hakim yang Lepaskan di Sawah Indramayu

Di balik kasus ini, kondisi keluarga Raya memang memprihatinkan. Sang ayah, Udin (32), dan ibunya, Endah (38), diduga mengalami keterbelakangan mental. Hal itu membuat keduanya kesulitan memberikan pengasuhan yang layak bagi anak mereka.

Akibat kurang pengawasan, Raya sering bermain di kolong rumah yang kotor dan dipenuhi ayam. Dari situlah diduga sumber parasit cacing yang menginfeksi tubuhnya.

Kasus Raya kini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Selain memperlihatkan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap layanan kesehatan masyarakat, juga menyoroti bagaimana kondisi sosial-ekonomi keluarga miskin bisa berdampak besar pada kesehatan anak.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#raya sukabumi #Gubernur Dedi Mulyadi #raya sukabumi cacing #bupati sukabumi