JP Radar Kediri-Realisasi fisik proyek Tol Kediri-Kertosono molor lagi. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang awalnya ditarget selesai akhir 2023, kemudian berubah menjadi 2024 dan 2025, dipastikan meleset lagi. Berdasar progres pembebasan tanah terbaru, proyek dari Pusat itu paling cepat baru akan dimulai tahun depan.
Itupun dengan catatan khusus. Yakni, pada triwulan keempat tahun ini, lelang fisik proyek yang tahapan pembebasan tanahnya dimulai Oktober 2021 lalu itu sudah selesai. “Kalau untuk Kabupaten Kediri tidak ada masalah,” kata Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi.
toBaca Juga: Kejar Target, Pembebasan Lahan Tol Kediri- Kertosono Dikebut Selesai 80 Persen Bulan Ini
Menurutnya, pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Kertosono di Kabupaten Kediri sudah hampir 100 persen. Tepatnya mencapai 98 persen pada Agustus ini. “Hampir semua sudah dibayar. Untuk Kediri ini tidak ada masalah sebenarnya,” lanjut Sukadi.
Yang masih banyak pekerjaan rumah (PR), menurut Sukadi adalah untuk tanah terdampak di Kabupaten Nganjuk. Hingga pertengahan Agustus ini masyarakat yang sudah menyatakan setuju pembebasan tanah mencapai 85 persen. Namun, pembayaran uang ganti rugi baru di angka 72 persen.
Lambatnya pembayaran ganti rugi, menurut Sukadi karena warga harus menunggu giliran proses pembayaran. “Karena (pembayaran ganti rugi) pakai APBN. Proses pembayaran kan menunggu dari LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara). Masih berproses,” terangnya.
Berdasar hasil koordinasi terbaru, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Tanah Tol Kediri-Kertosono menargetkan agar pembebasan tanah dan pembayaran ganti rugi di triwulan keempat tahun ini bisa 80 persen. Jika target itu tak meleset, lelang proyek bisa segera dilakukan. “(Lelang proyek) antara Oktober, November, atau Desember (2025,” jelas Sukadi.
Jika lelang lancar, awal 2026 nanti proyek fisik tol yang akan menghubungkan ruas Tol Ngawi-Kertosono dengan tol akses bandara itu bisa dimulai. Melihat masih adanya kemungkinan molor, Sukadi pun belum berani menyebut tanggal pastinya. “Yang jelas awal tahun depan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, proyek Tol Kediri-Kertosono membutuhkan lahan seluas 2.210.774 meter persegi. Jalan bebas hambatan sepanjang 20,7 kilometer itu, terletak di 21 desa di Kabupaten Nganjuk, dan lima desa di Kabupaten Kediri.
Khusus untuk wilayah Kediri, proyek tol menyasar Desa Ngablak, Maron, Banyakan, dan Sendang di Kecamatan Banyakan. Serta, desa Bakalan, Kecamatan Grogol. Adapun di Nganjuk, tanah terdampak tol tersebar di Kecamatan Sukomoro, Tanjunganom, dan Prambon. Pembebasan tanah di tiga kecamatan itulah yang masih belum tuntas.
Jalan Berliku Tol Kediri-Kertosono yang Terkatung-katung:
-Pembebasan tanah proyek Tol Kediri-Kertosono diawali dengan pemasangan patok tanah terdampak pada Oktober 2021
-Pembebasan tanah ditarget selesai akhir 2022 dan proyek fisik dimulai pada awal 2023
-Proyek strategis nasional yang menggunakan dana APBN itu molor karena pembebasan sebanyak 2.732 bidang tanah di Kabupaten Kediri dan Nganjuk tidak mulus
-Hingga pertengahan Agustus ini pembebasan tanah di Kabupaten Kediri mencapai 98 persen dan Kabupaten Nganjuk baru 72 persen
-Proyek tol baru bisa dimulai awal 2026 dengan catatan lelang proyek bisa dimulai di triwulan keempat tahun ini (*)
Editor : Mahfud